Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 12 Februari 2026

Absen di Pemeriksaan KPK, Bupati Sidoarjo Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran

Redaksi - Minggu, 04 Februari 2024 10:01 WIB
333 view
Absen di Pemeriksaan KPK, Bupati Sidoarjo Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran
Kompas.com/Andhi Dwi
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), di Ponpes Bumi Shalawat Sidoarjo, Kamis (1/2/2024). 
Jakarta (SIB)
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali absen dalam pemeriksaan terkait kasus korupsi pemotongan dana insentif ASN di BPPD Sidoarjo. KPK menegaskan agenda pemeriksaan kepada Ahmad Muhdlor tidak terpengaruh oleh dinamika politik yang terjadi saat ini.
"Kami tidak ada urusan soal perpolitikan ya, walaupun kami paham saat situasi di tahun politik ini," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (2/2).
Ahmad Muhdlor diketahui merupakan politikus PKB yang baru saja mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Sidoarjo pada Kamis (1/2).
Ali mengatakan kerja KPK tidak akan terpengaruh oleh pilihan politik seseorang. Dia memastikan KPK akan mengacu pada kecukupan alat bukti dalam mengusut korupsi di BPPD Sidoarjo.
"Kami tegaskan KPK fokus pada persoalan hukum, yang artinya berbicara soal kecukupan alat bukti dalam penyidikan yang sedang berjalan. Siapa pun, sepanjang bukti lengkap turut terlibat, pasti diproses hukum," ujar Ali.



Absen
Sebelumnya Ahmad Muhdlor tak memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi pemotongan dana insentif ASN di BPPD Sidoarjo. Muhdlor seharusnya diperiksa pada Jumat (2/2) di gedung Merah Putih KPK.
"Sebagaimana agenda pemanggilan dan pemeriksaan dari tim penyidik hari ini (Jumat, 2/2), saksi Ahmad Muhdlor Ali (Bupati Sidoarjo), yang bersangkutan tidak hadir," kata Ali Fikri, kepada wartawan.
Ali mengatakan Muhdlor sudah mengonfirmasi terkait ketidakhadirannya tersebut. Dia mengatakan KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhdlor.
"Dan konfirmasi pada tim penyidik untuk dijadwal ulang. Informasi penjadwalan ulang dimaksud akan kami informasikan berikutnya," ujarnya.



Otomatis Bukan PKB
Muncul di acara selawatan sekaligus deklarasi dukungan terhadap Prabowo-Gibran, Ahmad Muhdlor , Muhaimin Iskandar (Cak Imin) otomatis bukan PKB.
Gus Muhdlor sendiri hadir dalam deklarasi paslon 02 di Kompleks Pesantren Bumi Shalawat, Sidoarjo. Selawatan dan deklarasi itu digelar Pemimpin Pondok Pesantren Bumi Shalawat KH Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali yang merupakan ayah Gus Muhdlor.
Acara bertajuk 'Nderek Kyai' Prabowo Gibran itu dipenuhi santri maupun masyarakat umum. Meski sedang hujan, ribuan warga tetap hadir memadati acara ini. Mereka terlihat mengenakan kaus putih bertuliskan 'Prabowo-Gibran Gemoy, Nderek Abah Kyai Ali'.
Saat itulah Gus Muhdlor menyapa seluruh masyarakat dari beberapa kecamatan yang ada di Sidoarjo. Dalam pidatonya, Gus Muhdlor menyampaikan bahwa yang layak melanjutkan pembangunan di Indonesia adalah paslon 02 Prabowo-Gibran.
"Yang bisa melanjutkan, yang merepresentasikan. Yang menggambarkan Jokowi hari ini Pak Prabowo," kata Gus Muhdlor dalam orasinya.
Gus Muhdlor kemudian mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk mendeklarasikan dukungan bagi pasangan Prabowo-Gibran.
"Nderek kiai pilih Pak Prabowo. Menang sekali putaran!" seru Gus Muhdlor sembari mengacungkan dua jari.
Gus Mudhlor sendiri didukung PKB di Pilbup Sidoarjo 2020 dan PKB merupakan partai pengusung paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin).



Beri Sanksi
Sementara itu DPP PKB akan mengambil sikap tegas terhadap Ahmad Muhdlor. PKB juga akan memberi tindakan tegas untuk Syaikhul Islam yang juga hadir di acara itu. Keduanya merupakan kader PKB.
Jazilul memastikan keduanya akan dikenakan sanksi. Soal apa sanksinya, PKB akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu.
"Pasti disanksi keduanya," ujar Waketum PKB Jazilul Fawaid.
Syaikhul Islam ialah kakak dari Gus Muhdlor saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI Fraksi PKB dari Dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo).
Merespons aksi Ahmad Muhdlor tersebut Cak Imin mengatakan Gus Muhdlor otomatis keluar dari PKB.
"Otomatis berhenti dari PKB, ya otomatis, tidak sesuai dengan perintah partai," ujar Cak Imin di Serang, Banten, Jumat (2/1).
Terkait rumah dinas Muhdlor digeledah KPK, Cak Imin enggan bicara banyak. Dia menyerahkan semua pada proses hukum.
"Biar aja, silakan proses hukum berjalan secara objektif," kata Cak Imin.(**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru