Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026
Bawa 153 Penumpang

Pilot-Kopilot Batik Air Tidur 28 Menit di Penerbangan Kendari-Soetta

Pilot-Kopilot Dibebastugaskan, Kemenhub Tegur Keras Batik Air
Redaksi - Minggu, 10 Maret 2024 08:10 WIB
533 view
Pilot-Kopilot Batik Air Tidur 28 Menit di Penerbangan Kendari-Soetta
Foto: dok. Istimewa
Jakarta (SIB)
Pilot dan kopilot maskapai Batik Air tidur bareng selama hampir setengah jam dalam penerbangan dari Kendari Sulawesi Tenggara ke Jakarta. Peristiwa ini diinvestigasi dan disampaikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam keteranganya.

Laporan Investigasi Penerbangan diakses dari situs resmi KNKT, Jumat (8/3).

Dalam dokumen digital laporan pendahuluannya (preliminary report), KNKT menyampaikan bahwa pesawat yang dimaksud adalah Batik Air, jenis Airbus A320, dengan kode registrasi PK-LUV.

Peristiwa ini terjadi pada 25 Januari 2024. Pesawat itu terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, ke Bandara Halu Oleo di Kendari, kemudian kembali lagi ke Soetta.

"Selama penerbangan, second in command (SIC atau kopilot) memberitahu pilot in command (PIC atau pilot) bahwa dia tidak istirahat cukup sebelumnya," tulis KNKT.

Pesawat berangkat dari Jakarta (demikian KNKT menyebut Soetta) ke Kendari pukul 03.14 WIB. Selama penerbangan, pilot mempersilakan kopilot untuk istirahat dulu. Maka kopilot itu tidur di kokpit selama sekitar 30 menit. Pilot kemudian mengambil alih tugas kopilot sebagai pilot monitoring (PM) sekalian menjalankan tugas utamanya sebagai pilot flying (PF).

Sesampainya di Kendari, ATC memberitahu bahwa cuacanya di bawah standar dan bandara juga belum buka. Pesawat kemudian bertahan selama 30 menit di udara. Pukul 07.11 waktu lokal, pesawat itu mendarat di Kendari. Kedua pilot kemudian makan mie instan kemasan gelas (cup) di kokpit.

Pukul 00.05 UTC atau 08.05 waktu lokal, pesawat itu kembali terbang dari Kendari menuju Jakarta alias penerbangan balik lagi, dengan nomor penerbangan BTK6723. Namun dalam penerbangan kali ini, pilot bertindak sebagai pilot monitoring (PM) dan kopilot yang tadi sudah tidur bertindak sebagai pilot flying (PF).

Total penumpang di pesawat ada 153 orang. Di udara, pramugari juga memberi makanan ringan ke pilot dan kopilot. Pukul 00.37 UTC atau 08.37 waktu lokal, kedua pilot itu melepas headset mereka dan pelantang (loudspeaker) kokpit dikencangkan volumenya.

"PIC (pilot) minta izin ke SIC (kopilot) untuk istirahat dan izin diberikan. Beberapa detik kemudian, PIC tertidur dan SIC kemudian mengambil alih tugas PIC sebagai PM (pilot monitoring)," tulis KNKT.

Pilot yang tadi tidur itu bangun pukul 01.22 UTC atau 09.22 waktu lokal. Dia menawarkan kopilot barangkali mau tidur juga. Kopilot kemudian menjawab bahwa dia tidak ingin istirahat. Mereka berbincang sekitar 30 detik.

"Dan kemudian PIC (pilot) melanjutkan tidurnya," tulis KNKT.

Kopilot sadar bahwa PIC tertidur dan kemudian mengambil alih tugas si pilot itu. Kopilot pada saat itu menjalankan tugas sebagai PF (pilot flying atau yang menerbangkan pesawat) dan PM (pilot monitoring) sekaligus. Mereka kemudian sempat meminta Pusat Kontrol Area atau Area Control Center (ACC) Makassar untuk terbang menuju 250 derajat. ACC Makassar menginstruksikan pesawat untuk menghubungi ATC Jakarta atau ACC Jakarta.

Pukul 01.43.42 UTC, kopilot readback (prosedur penerbangan membaca kembali) instruksi Area Control Center (ACC) Jakarta. Namun beberapa saat kemudian, kopilot ini tertidur secara tidak sengaja.

Pukul 01.56 UTC atau 12 menit setelah transmisi rekaman terakhir dengan kopilot, ACC Jakarta bertanya kepada pesawat BTK6723 ini mengenai berapa lama pesawat ini akan terbang pada 250 derajat seperti sekarang. Namun, pilot atau kopilot pesawat BTK6723 ini tidak menjawab (belakangan diketahui keduanya tidur).

"Pukul 02.11 UTC atau 28 menit setelah transmisi terakhir terekam dari SIC (kopilot), PIC (pilot) terbangun dari tidur dan sadar bahwa pesawat sudah tidak lagi berada di jalur penerbangan yang benar," tulis KNKT.

Pilot kemudian melihat kopilotnya sudah tidur dan membangunkan dia. Pilot kemudian memberitahu ACC Jakarta bahwa pesawatnya mengalami masalah radio komunikasi dan saat ini masalah itu sudah beres. Pesawat kemudian terbang dan mendarat di Jakarta dengan lancar.

"Tidak ada yang terluka pada peristiwa ini dan tidak ada kerusakan di pesawat," tulis KNKT.

Pilot itu berusia 32 tahun, berasal dari Indonesia. Dia punya lisensi ATPL, mengantongi 6.304 jam terbang. Kopilot adalah pria 28 tahun, berkewarganegaraan Indonesia, mengantongi 1.665 jam terbang. Sehari sebelumnya, dia kurang tidur karena baru saja pindah rumah dan terkadang tidak tidur nyenyak karena membantu istrinya menjaga bayinya.

Dalam 'tindakan keselamatan' yang ditandatangani Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono ini, KNKT menyampaikan Safety Notice pada 7 Februari 2024 kepada seluruh pilot dan pramugari agar meningkatkan kewaspadaan dan komunikasi, memeriksa kabin dan kokpit sesuai prosdur, mengatur waktu istirahat yang cukup sebelum tugas, dan memastikan kebugaran pribadi.

Dalam 'rekomendasi keselamatan', KNKT menyatakan bahwa pilot harus mengembangkan daftar periksa pribadi yang mencakup gangguan, penyakit, pengobatan, stres, alkohol, kelelahan dan emosi, atau disingkat dalam bahasa Inggris sebagai IM SAFE.

"Investigasi tidak menemukan panduan atau prosedur rinci dari daftar periksa pribadi IM SAFE, seperti pedoman penilaian untuk setiap kategori penurunan nilai. Tidak adanya panduan rinci dan prosedur bisa membuat pilot tidak dapat menilai kondisi fisik dan mental mereka dengan baik," tulis KNKT.

"Oleh karena itu, KNKT merekomendasikan Batik Air Indonesia untuk menyusun panduan dan prosedur rinci memastikan bahwa daftar periksa pribadi IM SAFE dapat digunakan untuk menilai fisik dan mental pilot kondisi dengan benar," tulis KNKT.

Kokpit juga harus diperiksa setiap 30 menit. Namun, investigasi KNKT tidak menemukan prosedur rinci untuk pemeriksaan semacam itu yang telah diatur dalam Prosedur Darurat Keselamatan (SEP) Batik Air Indonesia sendiri.

"Oleh karena itu, KNKT merekomendasikan Batik Air Indonesia untuk menyusun prosedur rinci dalam melakukan kokpit pemeriksaan untuk memastikan bahwa pemeriksaan kokpit dapat dilaksanakan dengan baik," tulis KNKT.


Nonaktifkan
Batik Air buka suara usai kasus pilot dan kopilot tertidur selama 28 menit saat pesawat terbang dari Kendari Sulawesi Tenggara ke Jakarta. Pihak Batik Air mengatakan komitmen maskapainya untuk memberikan kenyamanan kepada para penumpang.

"Batik Air dengan komitmen kuat pada keamanan dan kenyamanan penumpang, menyampaikan berbagai langkah pengembangan standar operasional dan kinerja pilotnya. Menjadi prioritas terdepan, keselamatan sebagai nilai inti yang tidak dapat ditawar, menunjukkan dedikasi perusahaan untuk senantiasa memperkuat layanan penerbangan," kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, saat dihubungi, Sabtu (9/3).

Danang mengatakan pihaknya juga telah melakukan langkah tegas kepada pilot dan kopilot. Keduanya telah dibebastugaskan dari tugasnya di Batik Air sejak akhir Januari 2024.

"Pada 26 Januari 2024, Batik Air mengambil tindakan preventif dengan menonaktifkan (membebastugaskan) sementara pilot penerbangan nomor ID-6723, rute Kendari ke Jakarta yang bertugas pada 25 Januari 2024. Keputusan tersebut merupakan bentuk keseriusan perusahaan terhadap pentingnya aspek keselamatan serta dalam rangka menjalankan investigasi yang menyeluruh," ujar Danang.


Tegur Keras
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan investigasi terkait laporan KNKT mengenai pilot dan kopilot Batik Air tidur selama 28 menit dalam penerbangan Kendari-Jakarta. Kemenhub juga memberikan teguran keras kepada Batik Air.

"Menanggapi insiden pesawat BTK6723 Batik Air A320 registrasi PK-LUV, dimana pilot dan co-pilot tertidur di saat yang bersamaan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memberikan teguran keras kepada Batik Air dan akan melakukan investigasi secara khusus terkait kasus tersebut," bunyi keterangan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub yang diterima, Sabtu (9/3).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M Kristi Endah Murni mengatakan maskapai perlu memperhatikan waktu dan kualitas istirahat pilot dan awak pesawat lainnya, yang mempengaruhi kewaspadaan dalam penerbangan. Karena itu, dia akan me-review manajemen risiko maskapai tersebut.

"Kami akan melakukan investigasi dan review terhadap Night Flight operation di Indonesia terkait dengan Fatigue Risk Management (manajemen risiko atas kelelahan) untuk Batik Air dan juga seluruh operator penerbangan," jelas Kristi.

Kristi mengatakan, untuk kru BTK6723 telah di-grounded sesuai SOP internal untuk investigasi lebih lanjut dan Ditjen Hubud akan mengirimkan inspektur penerbangan yang menangani Resolusi of Safety Issue (RSI) untuk menemukan akar permasalahan dan merekomendasikan tindakan mitigasi terkait kasus ini kepada operator penerbangan dan pengawasnya.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan apresiasi terhadap KNKT serta menanggapi serius kasus Batik Air. Kami tegaskan bahwa sanksi akan diberlakukan sesuai dengan hasil investigasi yang ditemukan oleh tim investigator," ucapnya. (detikcom/c)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru