Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 26 Maret 2026

Viktor Silaen Minta Pangdam I/BB Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Tewasnya Michail Sitanggang

Firdaus Peranginangin - Selasa, 28 Mei 2024 19:39 WIB
694 view
Viktor Silaen Minta Pangdam I/BB Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Tewasnya Michail Sitanggang
(Foto Dok/Firdaus)
Viktor Silaen SE MM.
Medan (harianSIB.com)
Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut Viktor Silaen SE MM meminta Pangdam I/BB turun tangan dengan secepatnya menginstruksikan jajarannya mengusut tuntas kasus tewasnya remaja berusia 15 tahun Michail Histon Sitanggang, yang diduga dianiaya oknum aparat di jembatan rel kereta api di Jalan Pelikan ujung.

"Kita berharap kepada Bapak Pangdam I/BB segera menginstruksikan jajarannya, agar mengusut secara tuntas oknum aparat yang disebut-sebut berseragam hijau yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Michail Sitanggang, hingga meninggal dunia," ujar Viktor Silaen kepada wartawan, Selasa (28/5/2024) di Medan.

Hal itu diungkapkan Viktor menanggapi berita SIB, terkait tewasnya Michail Histon Sitanggang penduduk Jalan Kenari 28 Perumnas Mandala, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, yang diduga dianiaya oknum aparat berseragam.

"Pengusutan secara tuntas ini sangat penting, mengingat sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Padahal peristiwa penganiayaan ini sudah 5 hari berlalu. Keluarga korban tentu sangat menginginkan adanya kepastian hukum," tandas Viktor Silaen.

Anggota Komisi D ini menyakini, jika Pangdam I/BB turun tangan menginstruksikan jajarannya, dipastikan dalam waktu sesingkat-singkatnya akan terungkap oknum pelakunya, yang telah bertindak melawan hukum, sehingga menyebabkan nyawa anak dibawah umur melayang.

Seperti diberitakan SIB, Sabtu (24/5) peristiwa yang dialami korban Michail Sitanggang terjadi pada Jumat (23/5), sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu sedang terjadi tawuran remaja di atas jembatan rel kereta api di Jalan Pelikan Ujung.

Mengetahui adanya tawuran, korban yang masih duduk di kelas 3 SMP itu, bersama teman-temannya datang ke lokasi untuk menonton tawuran yang sedang berlangsung dengan saling lempar batu.

Tiba-tiba datang oknum aparat hendak membubarkan tawuran, sehingga dua kelompok remaja langsung kabur. Korban yang merupakan anak bungsu dari 4 bersuara itu tidak ikut kabur karena tidak ikut tawuran.

Tiba-tiba oknum aparat tersebut langsung membanting tubuh korban ke bawah jembatan rel kereta api. Tak sampai di situ, oknum aparat itu turun ke bawah, lalu diduga menginjak tubuh korban hingga kening dan dadanya terluka. Korban yang sudah tak sadarkan diri sempat mengeluarkan kotoran.

Usai menganiaya korban, oknum aparat itu meninggalkan lokasi. Kemudian rekan-rekan korban yang melihat kejadian itu, langsung membawanya ke salah satu rumah sakit terdekat namun ditolak. Kemudian, korban dibawa lagi ke rumah sakit lain, tetapi juga ditolak. Saat akan dibawa pulang ke rumah, korban sudah tidak bernyawa.(**).

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru