Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

Dijual, Lapak Surga Rp1,6 Juta per Meter Persegi di Meksiko

Wilfred Manullang - Selasa, 02 Juli 2024 16:50 WIB
652 view
Dijual, Lapak Surga Rp1,6 Juta per Meter Persegi di Meksiko
Instagram
Gereja di Meksiko
Meksiko (harianSIB.com)
Gereja Iglesia del Final de los Tiempos di Meksiko sedang menjadi perbincangan karena menjual "sebidang tanah di surga" seharga $100 atau sekitar Rp1,6 juta per meter persegi.

Mereka mengklaim bahwa pembeli yang rela membayar akan mendapatkan tempat di surga. Metode pembayaran mencakup American Express, Apple Pay, dan opsi lainnya.

Meskipun ada yang menganggap hal ini sebagai sindiran terhadap pendeta-pendeta penipu, gereja ini tetap populer di media sosial dengan konten-konten yang kontroversial seperti larangan perempuan menunggang kuda dan pernyataan tentang perempuan sebagai tulang rusuk.

Menurut laporan sejumlah media, gereja tersebut telah berhasil mengumpulkan jutaan dolar karena jual beli lapak surga tersebut.

Seorang pendeta gereja mengaku telah bicara dengan Tuhan pada 2017 lalu untuk menjual lahan-lahan ini, dikutip dari NDTV.

Namun, aksi jual beli tanah surga Gereja Iglesia del Final de los Tiempos rupanya dimaksudkan untuk menyindir dan mengolok-olok para pendeta penipu yang kerap memeras jemaat. Akun gereja ini sangat populer di media sosial.

"Saya berharap seorang pendeta mau menjual lahan di surga kepada saya. Saya akan mengirimnya ke surga dan memintanya untuk melakukan FaceTime sehingga saya bisa melihat apa yang saya beli," kata salah satu pengguna yang ikut meledek dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (2/7/2024).

"Saya ingin tahu siapa yang berdonasi agar bisa memberi tahu mereka bahwa saya menawarkan diskon untuk Tanah di Surga," tulis pengguna lainnya. "Menjual dengan nama Tuhan itu kejam," kata pengguna lainnya.

Berdasarkan pencarian umum di halaman Facebook, gereja ini mendeskripsikan diri sebagai halaman "untuk bersenang-senang".

Akun gereja ini memang terkenal karena memuat berita-berita konyol seperti melarang perempuan menunggang kuda dan menyebut perempuan sebagai tulang rusuk. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru