Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Pesawat Voepass Jatuh di Brazil, Tewaskan 61 Penumpang

Presiden Brasil Umumkan 3 Hari Berkabung
Wilfred Manullang - Sabtu, 10 Agustus 2024 10:30 WIB
742 view
Pesawat Voepass Jatuh di Brazil, Tewaskan 61 Penumpang
Foto AP
Gambar yang diperoleh video menunjukkan serpihan pesawat Voepass yang jatuh menimpa sebuah rumah di kota Vinhedo, Brazil, Jumat (9/8/2024).
Sao Paolo (harianSIB.com)
Pemerintah Brazil menetapkan tiga hari berkabung Nasional menyusul jatuhnya pesawat Voepass di Vinhedo, negara bagian Sao Paulo, yang menewaskan 61 orang.

"Untuk mengenang 61 korban kecelakaan tragis di Vinhedo, kami telah menyatakan berkabung resmi selama 3 hari di negara ini," kata Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva melalui akun X resminya, Sabtu (10/8/2024).

Dikutip dari Detikcom, Balai Kota Vinhedo juga menetapkan masa berkabung selama tiga hari. Hal ini untuk menghormati para korban kecelakaan pesawat yang jatuh pada hari Jumat (9/8) siang waktu setempat.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Brasil juga menyampaikan rasa solidaritas kepada keluarga 61 korban tewas dalam kecelakaan pesawat di kota Vinhedo. AS menyesalkan insiden maut itu.

"Kami menyampaikan rasa solidaritas kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Voepass di Vinhedo, negara bagian Sao Paulo. Kami menyesalkan kecelakaan tragis ini!" kata kedutaan besar AS dalam sebuah posting X.

Maskapai Voepass sebelumnya mengatakan jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawatnya itu sebanyak 61 orang. Korban terdiri dari 57 penumpang dan 4 kru pesawat.

"Perusahaan dengan menyesal mengumumkan bahwa seluruh 61 orang di dalam Pesawat 2283 meninggal di tempat kejadian," kata Voepass dalam sebuah pernyataan.

"Saat ini, Voepass Linhas Aereas memprioritaskan pemberian bantuan tanpa batas kepada keluarga korban dan bekerja sama secara efektif dengan pihak berwenang untuk menyelidiki penyebab kecelakaan," tambah perusahaan itu.

Berdasarkan laporan Brasil Globo beberapa penumpang yang seharusnya naik pesawat itu batal terbang. Sedikitnya 10 orang menunggu di gerbang yang salah dan ketinggalan pesawat sebelum lepas landas.

"Mereka berkata kepada saya, 'Tuan, Anda tidak boleh naik pesawat ini karena kita sudah melewati batas keberangkatan.' Saya bahkan sedikit menekan mereka. 'Tuan, naikkan saya ke pesawat ini, saya harus pergi,' lalu dia berkata, 'Tidak mungkin, yang bisa saya lakukan adalah memesan ulang tiket Anda'," kata pria itu kepada Globo.



Ketika mereka menyadari bahwa mereka berada di gerbang yang salah, para penumpang memohon kepada karyawan bandara untuk naik ke pesawat tetapi diberitahu bahwa mereka tidak bisa.

Pesawat turboprop bermesin ganda itu terbang dari Cascavel di negara bagian selatan Parana menuju bandara Guarulhos di kota Sao Paulo. Pesawat kemudian dilaporkan jatuh di kota Vinhedo.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah pesawat turun secara vertikal, berputar-putar saat jatuh.

Terlihat pesawat menuking tajam sebelum jatuh di kota Vinhedo, Brazil, Jumat (9/8/2024). (Foto CNN)

Pihak berwenang mengatakan pesawat mendarat di kawasan permukiman, tetapi tidak ada seorang pun di warga setempat yang terluka. Semua korban tewas adalah mereka yang berada di dalam pesawat.

Mereka mengatakan hanya satu rumah di kompleks kondominium setempat yang rusak, sementara tidak ada penghuni yang terluka.

Jaringan televisi GloboNews Brasil menunjukkan gambar area yang luas terbakar dan puing-puing yang berasap di area yang penuh dengan rumah. Polisi dan pemadam kebakaran berada di lokasi kejadian dan rumah sakit setempat telah disiagakan.

Menurut situs pelacakan Flightradar24, pesawat itu dibuat pada tahun 2010. Pesawat lepas landas dari Cascavel pada pukul 11:56 waktu setempat. Sinyal terakhir yang diterima dari pesawat itu sekitar satu setengah jam kemudian, sebelum dinyatakan jatuh. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru