Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Menyoal Duet Pramono-Rano Seusai PDIP Tak Umumkan Anies untuk Pilgub Jakarta

Wilfred Manullang - Selasa, 27 Agustus 2024 11:32 WIB
597 view
Menyoal Duet Pramono-Rano Seusai PDIP Tak Umumkan Anies untuk Pilgub Jakarta
(Foto: Dok. ist)
Rano Karno dan Anies Baswedan.

"Jadi sekali lagi, siapa yang bisa intervensi Megawati? Tidak ada. Karena apa? Tadi disampaikan parpol PDIP partai yang sah, punya kemerdekaan punya kedaulatan untuk tentukan pilihan. Tidak bisa siapapun juga untuk intervensi PDIP, apalagi ketum," tuturnya.

"Jadi bukan itu (ada nama lain jadi batal diumumkan), karena memang belum diagendakan," imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Politikus PDIP Adian Napitupulu menjawab pertanyaan terkait rumor PDIP akan mengusung Anies Baswedan dan Rano Karno di Pilgub Jakarta. Adian mengatakan sampai saat ini partainya belum mengumumkan pasangan calon untuk Pilgub Jakarta.

"Kalau soal Anies dan sebagainya, itu kan isunya ya, maksudnya kita jangan bicara isu, tapi faktanya sekarang adalah DPP PDIP belum memutuskan untuk Jakarta," kata Adian di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin.

Adian menjelaskan partainya tidak mencari sosok yang memiliki elektabilitas tinggi. Namun, kata dia, PDIP ingin mengusung sosok yang memiliki kemampuan dalam mengelola anggaran daerah.

"Kami sedang berbicara siapa nanti yang mengelola sebuah wilayah dengan anggaran Rp 90 triliun per tahun kami mau yang kelola anggaran itu benar-benar bisa mempertangungjawabkan, sehingga kami tidak sekadar melihat elektabilitas, 'oh elektabilitas tinggi sekian sekian, nggak'," ujar Adian.

"Kami lebih tertarik tanya 'eh kalau lu mengelola uang ini mau dikelola cara apa? Berapa persen untuk pendidikan, untuk kesehatan, untuk buka lapangan kerja. Ada sekian juta rakyat di Jakarta ini, gimana gagasan lu?' Nah PDIP lebih suka bicara soal itu," sambung dia.

Adian mengatakan Anies memang mengunjungi kantor PDIP. Dia mengatakan partainya tidak bisa melarang siapapun untuk bersilaturahmi.

"Tapi apakah itu kemudian karena kami belum memutuskan, kami melarang orang bersilaturahmi ke kantor kami? Ya nggak boleh. Siapapun mau datang boleh, berdiskusi boleh, berbicara boleh," ujar dia. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru