Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026
Kasus 33 Anggota TNI Serang Warga Deli Serdang

Panglima TNI : Berawal Anggota Tegur Geng Motor

Wilfred Manullang - Senin, 11 November 2024 16:14 WIB
293 view
Panglima TNI : Berawal Anggota Tegur Geng Motor
ANTARA/Genta Tenri Mawangi
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto jumpa pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (11/11/2024) selepas menyambut kedatangan Satgas Operasi Penanggulangan Bencana Alam ke Filipina.
Jakarta (harianSIB.com)

Insiden penyerangan yang diduga dilakukan oleh 33 anggota TNI terhadap warga Deli Serdang berawal saat anggota TNI menegur kelompok anak muda yang kebut-kebutan saat mengendarai motor.

"Jadi memang diawali anak-anak muda kebut-kebutan pakai motor ditegur sama anggota karena mengganggu masyarakat, meresahkan masyarakat, mengganggu ketertiban di jalan," kata Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, seperti dikuitip dari detikcom, Senin (11/11/2024).

Agus melanjutkan, selepas teguran itu, kemudian ada adu mulut dan terjadi perkelahian massal. Agus mengatakan geng motor yang meresahkan warga harus ditertibkan.

"Kita harus sepakat ya geng-geng motor, ya semacam itu harus ditertibkan, karena meresahkan masyarakat, mengganggu jalan-jalan umum. Kebanyakan juga motornya bodong," ucap Agus

Agus menekankan prajurit TNI dari Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 2/Kilap Sumagan saat itu menegur anggota geng motor, bukan warga yang melintas.

"Bukan masyarakat, tetapi geng motor yang kebut-kebutan. Saya rasa mungkin semua orang juga merasa jengah," ujar dia.

Bentrokan kelompok warga dengan sejumlah prajurit Yonarmed 2/KS di Desa Cinta Adil, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten, Deli Serdang, Jumat (8/11) pekan lalu.

Akibat insiden itu, seorang laki-laki warga sipil berinisial RAB (62) meninggal dunia, delapan warga sipil luka-luka. Dari delapan warga yang terluka, tiga di antaranya korban salah sasaran.

Dari pihak TNI, seorang prajurit berinisial M dilaporkan luka-luka.


"Untuk delapan korban (warga sipil, red) yang luka-luka sudah dipindahkan dari Rumah Sakit Sembiring menuju rumah sakit Putri Hijau diberikan perawatan terbaik sampai dengan sembuh," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I Bukit Barisan Kolonel Inf. Doddy Yudha di Medan, Minggu (10/11).

Sejauh ini, Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan telah memeriksa 33 prajurit Yonarmed 2/KS terkait keterlibatan mereka dalam insiden itu.

Kapendam melanjutkan Pangdam I/Bukit Barisan Letjen TNI Mochammad Hasan telah bertemu korban dan keluarganya, serta melakukan mediasi di Markas Komando Yonarmed 2/KS.

"Pangdam telah memberikan pengarahan terharap seluruh prajurit Yonarmed 2 Medan dalam rangka untuk memastikan situasi (kembali kondusif)," tutur dia.

Kapendam, dalam kesempatan yang sama, juga memastikan situasi telah reda, dan tidak ada aksi balasan terkait insiden di Deli Serdang tersebut.

Pangdam I/Bukit Barisan (BB) Letjen Mochammad Hasan meminta maaf kepada keluarga korban tewas dalam peristiwa penyerangan yang diduga dilakukan 33 anggota TNI dari Batalyon Armed 2/Kilap Sumagan. Hasan menegaskan para anggota TNI yang terlibat akan diproses hukum.

Hasan mengatakan bersedia menukar nyawanya dengan nyawa korban jika memang diperlukan. Dia kembali meminta maaf atas nama Kodam I/BB.

"Sekali lagi atas nama keluarga besar Kodam I/BB, kami memohon maaf sebesar-besarnya, kalau pun saya harus menggantikan almarhum, saya siap untuk menggantikan sekarang, saya ikhlas, kepergian almarhum meninggalkan duka kepada keluarga," jelasnya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru