Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 Maret 2026

Parlemen Iran Sepakat Tutup Selat Hormuz, Ekonomi Dunia Siap-siap Terguncang

Redaksi - Senin, 23 Juni 2025 10:48 WIB
90 view
Parlemen Iran Sepakat Tutup Selat Hormuz, Ekonomi Dunia Siap-siap Terguncang
Ist/SNN
Selat Hormuz
Teheran(harianSIB.com)

Parlemen Iran pada Minggu menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh kegiatan pelayaran.

Pengumuman tersebut disampaikan Mayor Jenderal Esmaeli Kowsari, anggota Komisi Keamanan Nasional di Parlemen Iran, sebagaimana dilansir Antara.

"Parlemen telah mencapai kesimpulan bahwa Selat Hormuz harus ditutup," kata Kowsari, sebagaimana disiarkan televisi Iran Press TV.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut yang paling penting bagi lalu lintas pasokan minyak dunia.

"Keputusan akhir mengenai hal tersebut akan ditetapkan oleh Dewan Keamanan Tertinggi Nasional," kata dia, merujuk pada otoritas keamanan tertinggi di Iran.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu pagi menyatakan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Serangan tersebut terjadi di tengah eskalasi menyusul serangan militer Israel, yang didukung AS, terhadap Iran sejak Jumat (13/6/2025) pekan lalu, yang memicu serangan balasan dari Teheran.

Otoritas Israel menyebut sekurangnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran.

Sementara, 430 warga Iran tewas dan lebih dari 3.500 lainnya terluka dalam serangan Israel ke negara tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Iran.

Langkah penutupan jalur pelayaran penting di Teluk Persia tersebut secara luas dipandang sebagai ancaman Iran yang paling efektif untuk menyakiti Barat.

Hampir seperempat pengiriman minyak global melewati Selat Hormuz, perairan sempit yang berbatasan atara Iran dengan Oman dan Uni Emirat Arab (UEA).


Iran Press TV melaporkan, kini penutupan selat secara resmi memerlukan persetujuan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Dewan tersebut merupakan badan yang dipimpin oleh orang yang ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Upaya untuk menghentikan pasokan minyak dari Teluk dengan menutup selat tersebut dapat menyebabkan harga minyak global meroket.

Selain itu, penutupan selat itu juga akan menggebuk perekonomian dunia serta mengundang konflik dengan Armada Kelima Angkatan Laut AS yang besar yang bermarkas di Teluk.

Harga minyak kemungkinan akan naik antara 3 sampai 5 dollar AS per barel saat perdagangan dilanjutkan setelah AS menyerang Iran pada akhir pekan, kata sejumlah ahli.

Kenaikan minyak diperkirakan semakin meningkat jika Iran membalas dengan keras dan menyebabkan gangguan pasokan minyak yang besar.

Pakar keamanan telah lama memperingatkan bahwa Iran yang melemah juga dapat menemukan cara-cara tidak konvensional lainnya untuk membalas, seperti pengeboman atau serangan siber. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru