Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Militer Myanmar Gerebek Markas Penipuan Online, 350 Orang Ditangkap

Redaksi - Kamis, 20 November 2025 15:42 WIB
849 view
Militer Myanmar Gerebek Markas Penipuan Online, 350 Orang Ditangkap
REUTERS/Stringer
Ribuan warga negara asing yang dibebaskan dari pusat operasi penipuan online dan diperdagangkan terjebak dalam ketidakpastian di Myawaddy, Myanmar, Rabu (26/2/2025).

Yangon(harianSIB.com)

Militer Myanmar menggerebek pusat penipuan online besar di kawasan perbatasan Thailand, Shwe Kokko, dan menangkap hampir 350 warga negara asing.

Langkah ini menjadi bagian dari operasi besar-besaran yang gencar dipublikasikan untuk menindak maraknya kompleks pasar gelap.

Penindakan ini dilakukan di tengah sorotan internasional terkait "pabrik-pabrik penipuan" di perbatasan Myanmar yang rusak akibat perang berkepanjangan.

Kawasan tersebut selama ini menjadi pusat kejahatan terorganisir yang menargetkan pengguna internet dengan penipuan asmara hingga bisnis, dengan nilai kerugian mencapai puluhan miliar dolar setiap tahun.

Baca Juga:
Selama bertahun-tahun, junta Myanmar dituding membiarkan operasi penipuan tersebut. Namun sejak Februari, mereka mulai melakukan tindakan lebih tegas setelah mendapat tekanan kuat dari China, sekutu militer, yang geram karena banyak warganya terlibat sekaligus menjadi korban dalam jaringan kejahatan ini.

Sejumlah analis menilai penggerebekan yang dilakukan sejak bulan lalu juga bertujuan sebagai propaganda politik. Operasi ini disebut untuk meredam Beijing tanpa mengganggu aliran keuntungan besar yang mengalir ke kelompok-kelompok milisi sekutu junta.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Soal Rohingya, Panglima Militer Myanmar Sebut PBB Tidak Berhak Ikut Campur
Militer Myanmar Dituding Gunakan Foto Palsu di Buku Soal Krisis Rohingya
PBB: Panglima Militer Myanmar Harus Diadili Atas Genosida Rohingya
 Militan Rohingya Serang Kendaraan Militer Myanmar di Rakhine
Paus Fransiskus akan Temui Biksu Ternama dan Jenderal Militer Myanmar
Panglima Militer Myanmar Anggap Rohingya Tak Berakar di Negaranya
komentar
beritaTerbaru