Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Militer Myanmar Gerebek Markas Penipuan Online, 350 Orang Ditangkap

Redaksi - Kamis, 20 November 2025 15:42 WIB
847 view
Militer Myanmar Gerebek Markas Penipuan Online, 350 Orang Ditangkap
REUTERS/Stringer
Ribuan warga negara asing yang dibebaskan dari pusat operasi penipuan online dan diperdagangkan terjebak dalam ketidakpastian di Myawaddy, Myanmar, Rabu (26/2/2025).

Media pemerintah The Global New Light of Myanmar melaporkan bahwa pasukan militer menyerbu Shwe Kokko pada Selasa pagi. Dalam operasi tersebut, 346 warga negara asing yang sedang diselidiki berhasil ditangkap.

"Nyaris 10.000 ponsel yang digunakan untuk operasi judi online disita," tulis laporan tersebut, dikutip dari AFP, Rabu (19/11/2025) yang dilansir dari CNBC Indonesia.

Junta juga menuding kelompok oposisi bersenjata memberi perlindungan bagi pusat-pusat penipuan tersebut. Namun mereka mengklaim kini dapat bertindak setelah merebut kembali sebagian wilayah dari kelompok pemberontak.

Shwe Kokko sudah lama dikaitkan dengan She Zhijiang, pria berkewarganegaraan China-Kamboja yang dituduh sebagai gembong kriminal internasional.

Ia ditangkap di Thailand pada 2022 dan baru diekstradisi ke China pekan lalu atas dugaan keterlibatan dalam operasi perjudian dan penipuan online.

Menurut pemerintah AS, She mengubah sebuah desa kecil di perbatasan Myanmar-Thailand menjadi pusat kejahatan berskala global, lengkap dengan kasino ilegal, prostitusi, perdagangan narkoba, dan jaringan penipuan internasional. Ia dan perusahaannya, Yatai, sebelumnya telah dijatuhi sanksi oleh Inggris dan Amerika Serikat.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Soal Rohingya, Panglima Militer Myanmar Sebut PBB Tidak Berhak Ikut Campur
Militer Myanmar Dituding Gunakan Foto Palsu di Buku Soal Krisis Rohingya
PBB: Panglima Militer Myanmar Harus Diadili Atas Genosida Rohingya
 Militan Rohingya Serang Kendaraan Militer Myanmar di Rakhine
Paus Fransiskus akan Temui Biksu Ternama dan Jenderal Militer Myanmar
Panglima Militer Myanmar Anggap Rohingya Tak Berakar di Negaranya
komentar
beritaTerbaru