Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

KPK OTT Jaksa Kejati Banten di Tangerang

Redaksi - Kamis, 18 Desember 2025 16:24 WIB
826 view
KPK OTT Jaksa Kejati Banten di Tangerang
Ist/SNN
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Medan(harianSIB.com)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Tangerang, Banten, dan mengamankan seorang jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Rabu (17/12/2025).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, OTT tersebut dilakukan tim Kedeputian Penindakan KPK pada Rabu sore. Jaksa yang diamankan disebut berinisial RZ. Hingga kini, KPK belum merilis keterangan resmi terkait perkara yang menjerat aparat penegak hukum tersebut.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengaku belum menerima laporan terkait OTT tersebut. "Saya belum tahu karena saya dinas luar seharian," ujar Johanis Tanak melalui pesan singkat, Rabu malam (17/12/2025).

Sementara itu, upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Ketua KPK Setyo Budiyanto, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, serta Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan maupun juru bicara KPK.

Baca Juga:
Dari pihak Kejaksaan, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna juga belum memberikan respons terkait penangkapan jaksa Kejati Banten tersebut.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT, sebelum mengumumkan secara resmi konstruksi perkara dan sangkaan hukum yang dikenakan. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPK: Bupati Lampung Tengah Pakai Rp5,25 M Fee Proyek untuk Lunasi Utang Kampanye
Bupati Lampung Tengah Kena OTT KPK
KPK Jadwalkan Pemanggilan Ulang Budi Karya Sumadi dalam Kasus Suap Proyek DJKA
Mantan Bupati Langkat dan Abangnya Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Rp67 Miliar
Edison Sebut Pernah Diancam Topan Ginting dalam Sidang Kasus Korupsi Jalan di Sumut
Penuntut Umum KPK Dakwa PPK Satker BBPJN Sumut Heliyanto Terima Suap Rp1,48 miliar
komentar
beritaTerbaru