Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Maret 2026
Bona Taon di Jetun Silangit

Gokesu Satukan Komitmen Minta TPL Ditutup Permanen

Bongsu Batara Sitompul - Senin, 12 Januari 2026 10:57 WIB
749 view
Gokesu Satukan Komitmen Minta TPL Ditutup Permanen
Foto: SIB/Bongsu Batara Sitompul
Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan bersama Ephorus HKI Pdt Firman Sibarani MTh, Ephorus GKPS Pdt Jhon Christian Saragih MSc, Sekjen GKPI Pdt Parsaoran Sinaga MTh dan Vikaris Epispokalis Samosir-Dolok Sanggul Romo Yanuaris SUD, menyatakan sikap untuk me

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara (Gokesu) bersama pimpinan gereja, pendeta, pastor, aktivis dari Tapanuli Selatan menyelenggarakan ibadah Bona Taon Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara (Gokesu) yang dilaksanakan di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (10/1).

Pada kegiatan itu turut hadir Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan, Ephorus HKI Pdt Firman Sibarani MTh, Ephorus GKPS Pdt Jhon Christian Saragih MSc, Sekretaris Jenderal GKPI Pdt Parsaoran Sinaga MTh, Vikaris Epispokalis Samosir-Dolok Sanggul Romo Yanuaris SUD, Kadep Koinonia HKBP Pdt Dr Deonal Sinaga MTh, Rektor Universitas HKBP Nomensen Medan Dr Richard Napitupulu, Direktur KSPPM Rocky Pasaribu SH MH, Ketua Aman Tano Batak Jhon Toni Tarihoran, akademisi, suster, diakonis, mahasiswa, lembaga pendamping masyarakat KSPPM, Aman Tano Batak, Bakumsu, Horas Bangso Batak dan masyarakat adat dari kawasan Tapanuli Raya.

Momen itu adalah kebulatan tekad menyatukan prinsip untuk menjaga kelestarian alam dan menyuarakan supaya perusahaan perusak lingkungan TPL ditutup secara permanen.

Bona Taon itu diinisiasi oleh Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara (Gokesu).

Baca Juga:
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan gereja bersama jemaat gereja, Sekretariat Bersama Gokesu, mahasiswa masyarakat menyuarakan dengan tegas "Tutup TPL secara permanen".

Ketua Sekretariat Bersama Gokesu Pastor Walden Sitanggang OFMCap bersama Wakil Ketua Pdt AA Zaitun Sihite MTh, Sekretaris Pdt Dr Robinsar Siregar MTh, Bendahara Delima Silalahi MA, Direktur KSPPM Rocky Pasaribu SH MH, Ketua Aman Tano Batak Jhon Toni Tarihoran, Dekan Fisipol Universitas HKBP Nomensen Medan Dr Nalom Siagian bersama Pdt Jurito Sirait menyampaikan, peran gereja itu dipanggil untuk hadir di tengah-tengah orang yang tertindas dan melestarikan alam.

"Inilah komitmen kami dan ini akan kami perjuangkan. Terbentuknya Sekretariat Bersama Gokesu ini setelah KSPPM, Aman Tano Batak, Ephorus HKBP dan Ephorus HKI menunjukkan suara. Kami pun membuat pernyataan dan tanggal 7 Oktober 2025 kami membangun wadah Sekretariat Bersama Gokesu," ujar Pastor Walden.

Menurutnya, dalam waktu yang masih singkat terbentuk Sekretariat Bersama ini, TPL sudah hampir tutup.

"Tetapi komitmen kami saat ini, gereja hadir di tengah-tengah orang yang tertindas. Selain itu peran gereja juga untuk menjaga kelestarian alam sebagai

ciptaan Tuhan. Inilah yang kami perjuangkan saat ini. Kami melakukan penanaman pohon bersama pimpinan-pimpinan gereja di Dolok Parmonangan. Kemudian kami melakukan aksi damai tanggal 10 November 2025 di Kantor Gubernur Sumatera Utara mendesak supaya TPL ditutup karena sudah banyak lingkungan yang rusak di wilayah Sumatera Utara ini. Semua itu pasti akan dijawab dengan kenyataan di dalam waktu," ujarnya.

Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan menyampaikan, bona taon ini sungguh sangat baik dan sangat diapresiasi oleh banyak kalangan.

"Kita melihat sekilas ke belakang terkait bencana alam yang baru terjadi. Kiranya di tahun 2026 ini, kita berdoa bersama supaya bencana tidak terjadi lagi. Dengan ini ada komitmen bersama dari kita supaya TPL ditutup," ujarnya.

Pdt Dr Victor Tinambunan juga mengharapkan kepada Pemerintah, tolonglah dengar suara umat dan suara alam. Kiranya Pemerintah memberikan kebijakan yang tegas dan berpihak pada keadilan untuk rakyat supaya TPL di tutup secara permanen.

"Perjuangan ini belum selesai. Tugas kita bukan hanya mengawal penutupan TPL dan perusahaan lingkungan yang lainnya. Tetapi memastikan apa yang terjadi setelahnya. Pemulihan harus sungguh-sungguh dilakukan, hutan harus dipulihkan, hulu sungai harus dijaga dan ruang hidup satwa harus dikembalikan. Agar masyarakat hidup damai dan sejahtera. Sebagai Pimpinan Gereja HKBP, saya mengajak kepada warga jemaat HKBP supaya selalu menjaga kelestarian alam. Kami akan siap bekerja sama dengan Pemerintah untuk melakukan perbaikan alam dengan melakukan reboisasi. Kita tidak akan diam ketika alam dirusak. Kiranya Tuhan memberkati perjuangan kita," ujarnya.

Sekjen GKPI Pdt Parsaoran Sinaga MTh juga menyampaikan, sangat mengapresiasi Sekretariat Bersama Gokesu melaksanakan bona taon ini.

"Kita berkumpul saat ini karena dikumpulkan oleh perasaan yang sama. Walaupun kita dari latar belakang agama dan profesi yang berbeda tetapi kita memiliki kesamaan tekad yang sama untuk menjaga kelestarian bumi. Melalui pertemuan ini, Kita doakan supaya bumi kita semakin baik dan dijauhkan dari segala bencana. Kita berharap jeritan masyarakat didengarkan oleh Pemerintah. Kiranya koorporasi yang merusak ekologi diberhentikan untuk selama-lamanya. Mari kita jaga alam dan kita serukan tutup TPL," ujarnya.

Ephorus HKI Pdt Firman Sibarani MTh juga mengajak gereja untuk membangun perahu keselamatan.

"Mari kita membuat perahu keselamatan dengan rajin menanam pohon untuk melestarikan alam ini. Dan kita harus sepakat supaya TPL ditutup secara permanen karena perusahaan besar itu sudah merusak ekologi," ungkapnya.

Delima Silalahi MA dari KSPPM juga menegaskan, TPL harus ditutup selama-lamanya.

"Saat ini kita sedang berkonsilidasi mengawal tutup TPL secara permanen. TPL sumber bencana di Tano Batak. Saat ini konsilidasi lintas agama, lintas gereja dan lintas masyarakat untuk mengawal tutup TPL. Harapan kita kepada Pemerintah harus mendengarkan apa yang dituntut oleh masyarakat," ungkapnya.

Delima menegaskan, wilayah Tapanuli saat ini sedang mengalami bencana ekologis. Investasi apa pun tidak dapat menggantikan kerusakan alam dan kehilangan jiwa.

"Jadi tidak ada kata lain, TPL harus ditutup secara permanen," serunya.

Perwakilan dari masyarakat Tapanuli Selatan, Salim Pohan mengungkapkan, masyarakat Tapanuli Selatan akan berjuang bersama Sekretariat Bersama Gokesu untuk menjaga kelestarian alam di Tapanuli Selatan.

"Kami akan satu tekad bersama Sekretariat Bersama Gokesu supaya TPL ditutup secara permanen," ujarnya.

Begitu juga Pardamean Pulungan juga menegaskan, TPL harus ditutup karena sangat kejam dengan masyarakat Tapanuli Selatan.

"Selama ini kami sudah mengadu ke mana-mana tapi tidak ada yang mendengarkan jeritan hati kami. Dengan adanya bona taon ini, kami sangat bersyukur. Kami dari masyarakat Tapanuli Selatan akan bersama-sama dengan Sekretariat Bersama Gokesu supaya lahan-lahan yang digarap oleh TPL dikembalikan oleh masyarakat. Sumber-sumber air dari alam Tapsel sudah banyak yang rusak setelah TPL membuka lahan di Tapsel. Jadi TPL harus ditutup secara permanen," pungkasnya. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HKBP Anugerahkan Ulos Istimewa "Harungguan" kepada Hashim Djojohadikusumo
Bupati Humbang Hasundutan Hadiri Syukuran Tahun Baru 2026 di Kantor Pusat HKBP
HKBP Tanjung Sari Medan Gelar Ibadah Tahun Baru 2026
Ibadah Tahun Baru 2026 di HKBP Teladan Berlangsung Khidmat
Keluarga Besar Punguan Pomparan Si Raja Panggabean se-Kota Tebingtinggi Rayakan Natal
Hadiri Natal Oikumene Labuhanbatu, Bupati Maya Hasmita: Keluarga Fondasi Utama Pembangunan Daerah
komentar
beritaTerbaru