Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026
Terkait Penutupan PT TPL

HKBP Apresiasi Presiden Prabowo dan Harian SIB

* Ajak Warga Doakan Pekerja yang Terdampak
Redaksi - Kamis, 22 Januari 2026 13:34 WIB
534 view
HKBP Apresiasi Presiden Prabowo dan Harian SIB
Ist/SNN
Ephorus HKBP Pdt Dr Viktor Tinambunan MST.

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Dr Viktor Tinambunan MST menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) atas pencabutan izin operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang dinilai merusak lingkungan.

Keputusan pencabutan izin tersebut diumumkan oleh pemerintah, Selasa (20/1) dan disambut dengan rasa syukur mendalam oleh pimpinan tertinggi

HKBP itu.

"Dari hati saya yang terdalam, saya mengucapkan terima kasih banyak dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada yang kami hormati, Bapak Presiden Prabowo yang pada hari ini kami betul-betul melihat dan menyaksikan bahwa Bapak Presiden yang kami banggakan benar-benar peduli pada kesejahteraan masyarakat dan juga kelestarian alam Indonesia," ujar Viktor dalam video pernyataan yang dirilis, Rabu (21/1).

Baca Juga:
Dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip, Viktor secara khusus juga memberikan apresiasi kepada Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) yang dinilai konsisten menyuarakan isu keadilan ekologis dan perjuangan penutupan PT TPL selama bertahun-tahun.

Harian SIB tercatat sebagai salah satu media yang aktif memberitakan dampak lingkungan PT TPL terhadap ekosistem Danau Toba dan kehidupan masyarakat sekitar. Bersama dengan lembaga swadaya masyarakat lainnya seperti, KSPPM dan AMAN Tano Batak, Harian SIB menjadi bagian penting dari gerakan keadilan ekologis di Sumatera Utara.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang dengan setia dan tanpa lelah memperjuangkan keadilan ekologis sejak berdirinya PT TPL," ungkap Viktor.

Viktor menjelaskan, perjuangan penutupan PT TPL telah berlangsung sejak 2003 ketika pimpinan gereja pertama kali menyuarakan seruan tersebut. Perjuangan ini dipikul oleh banyak pihak dengan harga yang tidak ringan, termasuk masyarakat korban, para pendeta dan warga yang pernah mengalami kriminalisasi hingga pemenjaraan.

Selain Harian SIB, apresiasi juga diberikan kepada berbagai podcast yang turut menyuarakan isu ini, seperti Prof Rhenald Kasali, Helmi Yahya, Tarnama, Rocky Gerung, Narwastu, Torpedo, Sentana dan lainnya.

Kalangan akademisi dari Universitas HKBP Nommensen, UNIKA, IAKN, STT HKBP, STGH HKBP, STB HKBP dan STD HKBP juga mendapat penghargaan atas kontribusi mereka. Demikian pula organisasi kepemudaan seperti GMKI, GAMKI, Pemuda HKBP, Horas Halak Hita (H3), dan Horas Bangso Batak (HBB).

Secara khusus, Viktor menyebut nama Luhut Binsar Pandjaitan, Maruarar Sirait, Dr Effendi Muara Sakti Simbolon, dan Dr Nurdin Tampubolon sebagai tokoh yang dengan tegas menyatakan bahwa PT TPL harus ditutup.

Viktor mengungkapkan momen menegangkan menjelang pengumuman. Sekitar satu jam sebelum konferensi pers, Luhut Binsar Pandjaitan dan Maruarar Sirait secara berurutan menghubunginya lewat telepon, memberi isyarat implisit bahwa keputusan pencabutan izin akan segera diumumkan.

"Secara berurutan dan tanpa direncanakan, Bapak Luhut Binsar Pandjaitan dan Bapak Maruarar Sirait menghubungi saya lewat telepon, memberi isyarat implisit bahwa keputusan tersebut akan segera diumumkan," tutur Viktor.

Dalam video pernyataannya, Viktor mendoakan Presiden Prabowo agar tetap dalam lindungan Tuhan, sehat, panjang umur, dan diberikan hikmat serta kekuatan dari Allah Yang Mahakuasa.

"Tuhan yang Mahakuasa memberkati Bapak Presiden Prabowo yang kami hormati dan banggakan. Sejahteralah masyarakat Indonesia, lestari alamnya dan segala makhluk merayakan hidupnya. Majulah Indonesia, disegani dan menjadi berkat bagi dunia," ucapnya.

DOAKAN

Meski menyambut positif keputusan pemerintah, Viktor juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap para pekerja PT TPL yang kehilangan mata pencaharian. Dalam surat pastoral Nomor 78/L08/I/2026, ia mengajak seluruh warga untuk mendoakan dan menopang mereka yang terdampak.

"Marilah kita mendoakan dan menopang dengan hati yang tulus saudara-saudari kita yang terdampak oleh terhentinya sumber penghidupan akibat penutupan PT TPL. Termasuk mereka yang selama ini melontarkan hujatan, sebab mereka pun tetap saudara kita," tulis Viktor dalam surat pastoralnya.

Dalam surat pastoral tersebut, HKBP menegaskan komitmen gereja untuk terus mendoakan, mendampingi, dan memperjuangkan hak-hak pekerja. HKBP mendesak agar pemerintah dan perusahaan memenuhi seluruh hak normatif pekerja secara adil sesuai penutupan operasional PT TPL.

HKBP juga mendorong agar lahan konsesi dikonversi dengan bijaksana, misalnya menjadi hutan lindung, tanah adat, lahan pertanian pohon produktif dan holtikultura, sebagai bentuk pemulihan lingkungan yang berkelanjutan.

Viktor menegaskan, keputusan pencabutan izin PT TPL memberi harapan bahwa pembangunan dan keadilan ekologis dapat berjalan seiring. Ia menekankan bahwa bumi bukan hanya warisan masa lalu, melainkan titipan bagi generasi mendatang.

"Tugas kita bersama sudah menanti pemulihan. Perkenankan saya mengajak supaya kita semua kompak," pungkas Viktor sembari mengutip pesan Luhut Binsar Pandjaitan yang selalu menekankan pentingnya kekompakan halak hita (orang-orang kita).

HKBP juga menegaskan pandangan teologisnya bahwa Allah mempercayakan bumi beserta seluruh isinya kepada manusia sebagai sumber penghidupan,

bukan untuk dieksploitasi dan ditinggalkan dalam kerusakan. Gereja juga menyerukan agar operasional PT TPL dihentikan dan berlaku bagi para pelaku lainnya, baik pribadi, kelompok, maupun perusahaan sejenis.

"Sikap ini merupakan pandangan profetis gereja untuk turut merespons krisis iklim global, mencegah bencana ekologis, melindungi tanah ulayat dan hutan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjamin masa depan generasi mendatang," demikian bunyi surat pastoral tersebut.

Di tengah perbedaan pandangan dan dinamika sosial yang muncul, HKBP menghimbau seluruh warga masyarakat, termasuk warga HKBP, untuk tetap memelihara persaudaraan dengan penuh kasih.

"Kita dipanggil untuk saling menopang, saling mendengar, dan berjalan bersama dalam kasih," demikian bunyi surat pastoral tersebut. HKBP menekankan bahwa perjuangan menjaga ciptaan tidak boleh mengabaikan martabat manusia.

Surat pastoral ditutup dengan ajakan untuk menjalani masa ini dengan iman yang teguh, berdialog dalam terang Firman Tuhan, dan menjadikan gereja sebagai saksi harapan, keadilan dan pemulihan di tengah dunia.

Diketahui, HKBP merupakan gereja Protestan terbesar di Indonesia dengan jutaan jemaat yang tersebar di seluruh nusantara. Gereja ini memiliki basis utama di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara, tidak jauh dari lokasi PT TPL yang kini ditutup. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jangan Terbitkan Izin Baru
Pencabutan Izin PT TPL, Bakumsu: Tanpa Pemulihan dan Pertanggungjawaban adalah Impunitas Terselubung
Sekber Apresiasi Pemerintah Cabut Izin PT TPL, Serukan Reforestasi dan Kedaulatan Kelola Lahan
HBB Sambut Pencabutan Izin PT TPL, Desak Pemulihan Lingkungan dan Penegakan Hukum
WALHI Sumut Ingatkan Bahaya Kebijakan Simbolik di Balik Pencabutan Izin Perhutanan
HKBP Apresiasi Pencabutan Izin PT TPL, Siap Bantu Pemulihan Lingkungan
komentar
beritaTerbaru