Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran, 148 Pelaut Hilang

Redaksi - Kamis, 05 Maret 2026 06:00 WIB
184 view
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran, 148 Pelaut Hilang
Ilustrasi kapal selam AS

Washington (harianSIB.com)

Sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam setelah ditembak torpedo oleh kapal selam Amerika Serikat di Samudra Hindia, Rabu (4/3/2026).

Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menyebut serangan itu sebagai bukti jangkauan global militer Washington dalam perang melawan Iran.

Insiden ini terjadi di tengah memanasnya perang AS-Israel melawan Iran yang diluncurkan sejak Sabtu (28/2/2026).

Berbicara kepada wartawan, Hegseth mengatakan bahwa kapal selam AS menargetkan kapal perang Iran yang berada di perairan internasional.

Baca Juga:
"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo," ujar Hegseth.

Ia menyebut serangan tersebut sebagai "kematian yang senyap" dan menegaskan bahwa ini merupakan pertama kalinya sejak Perang Dunia II Amerika Serikat menenggelamkan kapal musuh menggunakan torpedo. "Seperti dalam perang itu," kata dia, "kami bertempur untuk menang."

Pentagon menyatakan, salah satu tujuan utama perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai Sabtu adalah melumpuhkan angkatan laut Iran.

Kapal yang tenggelam tersebut adalah fregat IRIS Dena milik Iran. Otoritas Sri Lanka melaporkan bahwa 32 awak berhasil diselamatkan, sementara 148 lainnya masih hilang.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengatakan kepada parlemen bahwa para korban selamat segera dilarikan ke rumah sakit utama di selatan pulau itu.

Dua kapal angkatan laut dan satu pesawat dikerahkan untuk mencari korban lainnya.

Menurut Herath, fregat tersebut mengirimkan sinyal darurat saat fajar pada Rabu (4/3/2026), dan kurang dari satu jam kemudian kapal penyelamat tiba di lokasi sekitar 40 kilometer selatan pelabuhan Galle.

Namun, saat tim penyelamat mendekat, kapal telah tenggelam sepenuhnya dan hanya menyisakan tumpahan minyak di permukaan laut.

Seorang pejabat pertahanan Sri Lanka mengatakan kepada AFP, "Kami terus melakukan pencarian, tetapi kami belum tahu apa yang terjadi pada sisa awak kapal."

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menegaskan bahwa operasi tersebut dilakukan sesuai kewajiban maritim internasional negaranya.

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa jenazah telah ditemukan dari lokasi tenggelamnya kapal. "Kami telah menemukan beberapa jenazah dari area tempat kapal itu tenggelam," ujarnya.

Baik angkatan laut maupun angkatan udara Sri Lanka menyatakan, tidak akan merilis rekaman operasi penyelamatan karena insiden tersebut melibatkan militer negara lain.

Kepolisian juga meningkatkan pengamanan di luar rumah sakit Galle saat para korban luka dibawa masuk. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Tekankan Sinergi Tripartit untuk Perkuat Iklim Investasi dan Lapangan Kerja
63 dari 100 Perkara di Palas Kasus Narkotika, Kejari: Dipicu Faktor Ekonomi
Haris Muda Siregar Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI Medan 2026–2030
Warga Desa Harenoro dan Sisarahililaza Sambut Baik Proyek Listrik Desa, Berikan Lahan dan Tenaga Gratis
Boydo Panjaitan Bantah Aksi Tolak SE Wali Kota Bawa Simbol Agama
MPKW Sumut-Aceh Gelar Perayaan Paskah 11 April 2026, Perkuat Kebangkitan Pendidikan Kristen
komentar
beritaTerbaru