Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Gapura Selamat Datang Asahan Habiskan Anggaran Rp 1,5 Miliar

- Rabu, 19 Februari 2014 09:20 WIB
697 view
Gapura Selamat Datang Asahan Habiskan Anggaran Rp 1,5 Miliar
Kisaran (SIB)- Hanya untuk membuat gapura Selamat Datang dan Selamat Jalan saja, Dinas Tatakota (Distakot) Asahan menghabiskan dana kurang lebih Rp 1,5 miliar. Gapura selamat datang/jalan pertama dibangun saat masuk Kota Kisaran di Kelurahan Bunut Kecamatan Kisaran Barat, sedangkan satu lagi di Kelurahan Kedai Ledang Kecamatan Kisaran Timur.

Informasi diperoleh SIB menyebutkan, proyek pembangunan gapura Selamat Datang/Selamat Jalan pertama dilakukan di akhir pemerintahan Bupati Asahan almarhum H Risuddin tahun 2009 dengan judul gerbang Selamat Datang/ Selamat Jalan. Besar pagu di dua kecamatan masing-masing Rp 450 juta. Di tahun 2013 judul kegiatan renovasi gerbang Selamat Datang/Selamat Jalan di tempat yang sama masing-masing bernilai kontrak Rp 268.814.000 bersumber dari APBD.

Renovasi gapura itu menjadi gunjingan hangat berbagai kalangan di kota Kisaran. Bahkan ada tudingan rehab dilakukan dengan mark up meski kondisi gapura lama masih kokoh. Seharusnya perbaikan hanya pada plat besi tempat tulisan selamat datang/selamat jalan yang memang jelek.

“Bila hanya plat besi saja direhab tentu bisa menghemat pengeluaran anggaran dan sisanya dialihkan ke kegiatan lain yang lebih menyentuh masyarakat. Apalagi renovasi dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun, tentu ini menimbulkan tanda tanya,” ucap salah seorang sumber SIB.

Terkait ini, Kepala Dinas Tatakota (Kadis Takot) Asahan Drs Witoyo MM yang dikonfirmasi SIB, Kamis (30/1) mengatakan renovasi dilakukan setelah usia bangunan 5 tahun lebih. Menurut dia, Pembangunan gapura sebelumnya di tahun 2008, kemudian renovasi di tahun 2013.

“Gapura harus diperbaiki karena sudah mau runtuh gerbangnya. Jika runtuh dan mengenai orang menurut undang-undang, kami bisa didenda Rp 6 miliar,” ujarnya.

Tentang tudingan mark up, Witoyo dengan tegas membantah. Dia menerangkan, dalam renovasi gerbang selamat datang/selamat jalan, kontraktor membayar craine  dan sewa listrik.

“Itu aja dananya masih kurang, pemborongnya menjerit,” kilahnya. (MS/BR4/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru