Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026

Pamit kepada SBY, TB. Silalahi Ingin Fokus Dukung Dahlan Iskan

- Minggu, 23 Februari 2014 11:06 WIB
1.540 view
Pamit kepada SBY,  TB. Silalahi Ingin Fokus Dukung Dahlan Iskan
SIB/Int
TB Silalahi.
Enrekang (SIB)- TB Silalahi, tokoh yang ikut menghantarkan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi, Presiden  mohon pamit kepada SBY untuk fokus menghantarkan Dahlan Iskan sebagai calon Presiden. 

"Saya mohon pamit Pak Presiden. Ini adalah yang terakhir kali saya bicara di forum di hadapan presiden. Yang sangat pribadi dan bersejarah, saya mohon pamit kepada Bapak Presiden. Saya pamit sekarang. Sekiranya Tuhan memberi kesempatan di akhir tahun ini, dan bapak berkenan, tugaskan lah saya menghantar calon Presiden yang akan menggantikan bapak kelak. Siapapun yang bapak pilih pasti yang terbaik bagi bangsa," ujar TB. Silalahi kepada Presiden SBY saat acara penyerahan  Baruga Pak Letnan di Kabere, Enrekang, Sulawesi Selatan, Kamis (20/2).

Sesuai dengan undang undang, Presiden  SBY akan mengakhiri tugasnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan pada   Oktober 2014 mendatang. Sesuai jadwal KPU, Pemilihan Umum Presiden akan dilaksanakan 9 Juni 2014.

Dalam kesempatan itu, TB Silalahi mengingat kembali sejarah saat dirinya ikut memainkan peran menghantar SBY menjadi presiden.  Dia tidak dapat menghadiri pelantikan SBY sebagai presiden karena tidak mendapat undangan. 

Tapi TB Silalahi mengaku dirinya mengikuti dan menyaksikan pelantikan itu melalui siaran televisi.  Ia pun menyamakan pengalamannya itu dengan MC. Arthur yang menyaksikan pelantikan Presiden Esien Hower dari layar televisi.

"Sama seperti yang dikatakan MC Arthur, saya mengatakan presiden adalah junior terbaik saya. Saya mengingat kita sama sama berjuang dan berkampanye dulu. Saya pun terus berdoa semoga Pak SBY menjadi presiden yang baik," ujar Penasehat pencapresan Dahlan Iskan itu.

TB Silalahi juga mengaku bangga atas apa yang dia capai selama ini, meski Presiden SBY tidak menaikkan pangkatnya menjadi jenderal  bintang empat seperti yang diterima Luhut Panjaitan saat Presiden Gus Dur, Agum Gumelar dan Hendropiyono saat pemerintahan Megawati.

" Yang mengganggu fikiran saya, ada beberapa adik saya yang sudah menjadi bintang empat. Zaman  Gus Dur ada Luhut jadi Jenderal,  zaman  Megawati Presiden,  Hendropriyono dan Agum Gumelar jadi Jenderal. Orang lalu bertanya kenapa saya tidak dinaikkan Jadi jenderal oleh SBY.

Saya jawab saya sudah bintang lima. Bukan pangkat segala galanya. Bapak SBY telah memberi kehormatan yang luar biasa kepada saya.  Ini ada gambar yang dimuat di harian SIB,seorang prajurit   TNI yang saat ini menjabat Presiden Republik Indonesia memberikan penghormatan militer dengan sikap sempurna kepada mantan senior dan gurunya yang berpangkat lebih rendah.

Hal ini menunjukkan bahwa SBY adalah seorang negarawan yang perlu ditiru oleh prajurit TNI." ujar TB. Silalahi yang disambut gelak tawa Presiden SBY dan seluruh undangan yang memadati Baruga Pak Letnan siang itu. (BR7/w).


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru