Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026
Krisis Listrik di Sumbagut

Dahlan Iskan Geram, Minta Petinggi PLN Tinggal di Medan

* Gara-gara Bising, Warga Kualanamu Minta PLTD Distop
- Senin, 24 Februari 2014 10:11 WIB
694 view
Dahlan Iskan Geram, Minta Petinggi PLN Tinggal di Medan
SIB/Int
Menneg BUMN Dahlan Iskan
Jakarta (SIB)- Krisis listrik di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) belum berakhir. Hal ini membuat Menteri BUMN Dahlan Iskan geram dan mendesak direksi PLN terjun langsung ke lapangan untuk merasakan dan menyelesaikan masalah pemadaman listrik bergilir di sana.

"Saya, Dahlan Iskan, Menteri BUMN, minta salah satu direktur PLN untuk tinggal di Medan sampai persoalan listrik di Medan teratasi. Kalau semua direksi PLN tinggal di Jakarta tidak akan bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat Medan 10 hari terakhir," katanya Minggu (23/2).

Dahlan mengatakan kekurangan listrik itu terjadi saat tiba-tiba masyarakat sekitar Kualanamu, Sumatera Utara minta pembangkit listrik 30 MW dimatikan alias tidak boleh dijalankan. Kondisi ini diperparah karena satu pembangkit di Belawan juga dalam perawatan yang baru selesai dua minggu lagi.

Namun Dahlan tak menjelaskan kenapa masyarakat meminta mematikan pembangkit listrik di Kualanamu, memang sempat ada kabar, PLN lebih memprioritaskan pasokan listrik ke Bandara Kualanamu. Pihak Humas PLN akan segera memberikan pernyataan resmi soal masalah ini.

"Saya minta direksi PLN menyelesaikan ini dengan masyarakat sekitar," seru Dahlan.

Gara-gara Bising
Gara-gara suara bising dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) kapasitas 30 MW milik PT PLN (Persero), warga Kualanamu, di Sumatera Utara meminta PLTD tersebut dimatikan. Penggunaan PLTD bagian dari upaya penanganan krisis listrik sementara di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

"PLN menyayangkan sikap masyarakat di Kualanamu yang meminta pembangkit listrik 30 MW dimatikan, apalagi di tengah kondisi kurangnya pasokan listrik di daerah tersebut," ucap Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) Bambang Dwiyanto, Minggu (23/2).

Bambang mengungkapkan, masyarakat sekitar meminta PLTD tersebut dimatikan, dengan alasan suara bising yang ditimbulkan oleh pembangkit listrik PLN.

"Soal PLTD 30 MW di Kualanamu itu salah satu PLTD yang disewa PLN dan ditempatkan di Kualanamu. Pembangkit ini dikomplain masyarakat, katanya bising dan lain-lain, sehingga pembangkit yang sebenarnya sudah siap tinggal klik dan jalan ini tidak bisa dioperasikan, peluang tambahan 30 MW hilang di sini, tentu sayang sekali," jelas Bambang.

Pihaknya tak tinggal diam menghadapi tuntutan masyarakat tersebut. Apalagi krisis listrik di Sumbagut belum tuntas.

"PLN sedang siapkan peredam dan akan segera selesai. Kami sangat berharap masyarakat bisa menerima kondisi ini, karena tambahan pasokan 30 MW sangat berarti bagi masyarakat Sumatera Utara," tambahnya.

Terkait permintaan, Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta Direksi PT PLN (Persero) segera mengatasi masalah krisis listrik di Medan, Sumatera Utara dan daerah sekitarnya. Menurut Bambang, pihak PLN sudah berupaya mengatasi krisis listrik di Sumbagut.

"Upaya-upaya menambah kecukupan pasokan listrik di Sumatera Utara terus dilakukan. Setelah beberapa waktu lalu PLN secara darurat melakukan sewa diesel," ujarnya.

Bambang mengatakan, selain itu PLN juga terus mendorong penyelesaian pembangkit listrik yang target penyelesaiannya molor.

"PLTU Nagan Rata untuk 1 unit mulai test dan sudah menghasilkan listrik, dalam waktu dekat PLTU Labuan Angin akan selesai perbaikan dan mulai operasi minggu depan dan akan menambah pasokan sekitar 200 MW.

Dengan masuknya listrik dari PLTU-PLTU tersebut diharapkan krisis listrik di Sumatera Utara segera teratasi," ungkap Bambang. (detikfinance/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru