Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026
Pesawat Malaysia Airlines Tujuan Beijing Hilang

Presiden dan PM China Keluarkan Instruksi Khusus

* Diantara 7 Penumpang WNI, 3 Berasal dari Medan
- Minggu, 09 Maret 2014 10:54 WIB
680 view
 Presiden dan PM China Keluarkan Instruksi Khusus
Sib/kompas.com
MENAGIS : Seorang wanita yang diduga keluarga penumpang Malaysia Airlines MH370 terduduk dan menangis di Beijing Airport setelah mendengar berita tentang hilangnya pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines, Sabtu (8/3).
BEIJING (SIB)- Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang memerintahkan seluruh pejabat terkait untuk mengambil langkah-langkah darurat terkait kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines yang hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur (Malaysia) menuju Beijing (China), Sabtu (8/3/2014) dini hari. Pesawat jenis Boeing 777-200 bernomor penerbangan MH370 itu membawa 227 penumpang dan kru, termasuk 152 warga negara China.

Presiden Xi memerintahkan Kementerian Luar Negeri dan juga semua kedutaan dan konsulat untuk mempererat komunikasi dengan departemen dan negara terkait, serta membentuk tim SAR (search and rescue). “Semua upaya harus dilakukan untuk penanganan darurat terkait kasus pesawat hilang ini,” kata Presiden Xi ketika menyampaikan instruksinya, sesuai yang dilansir kantor berita China, Xinhua.

Selain itu, Kementerian Transportasi dan pihak Penerbangan Sipil harus melakukan langkah-langkah darurat yang diperlukan, serta meningkatkan pemeriksaan untuk memastikan keselamatan absolut dari semua aktivitas penerbangan China.

Sementara itu, PM Li memerintahkan pemerintah untuk mengintensifkan komunikasi dan kontak dengan agen penerbangan sipil Malaysia. Ia juga memerintahkan adanya verifikasi terhadap para penumpang China secepat mungkin. Semua pejabat dan departemen terkait harus bekerja sama dengan pihak negara lain untuk mempersiapkan langkah penyelamatan darurat terhadap para penumpang dan menghubungkannya kepada pihak keluarga di saat yang tepat.

Fuad Sharuji, Wakil Presiden Malaysia Airlines, melaporkan bahwa pesawat terbang pada ketinggian 35.000 kaki (10.700 meter) di atas permukaan laut ketika pilot melaporkan bahwa tidak ada masalah dengan pesawat. Namun, pihak Subang Air Traffic Control kehilangan kontak dengan pesawat sekitar pukul 02.40. Pesawat Boeing 777-200 ini dikatakan baru berumur 11 tahun dan memiliki dua mesin Rolls-Royce buatan Inggris. Pilot pesawat adalah Kapten Zaharie Ahmad Shah, warga negara Malaysia berumur 53 tahun. Zaharie sudah bekerja di Malaysia Airlines sejak 1981 dan memiliki 18.365 jam terbang.

Mengamuk di Beijing


Sekelompok kerabat penumpang pesawat Malaysia Airlines yang hilang kontak mengamuk di Beijing China, Sabtu (8/3). Mereka menuding maskapai Malaysia itu tidak memberikan informasi apa-apa mengenai nasib pesawat dan penumpang yang hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.
Kerabat keluarga penumpang ini ditempatkan di sebuah ruangan hotel dekat bandara Beijing untuk menunggu informasi dari maskapai soal insiden hilangnya pesawat dengan nomor penerbangan MH370, dinihari tadi. Tapi, tak ada satupun petugas yang datang.

Karena informasi tak kunjung datang, sekitar 20 kerabat penumpang keluar dari ruangan yang sediakan sambil marah-marah. "Tak ada seorang pun dari perusahaan itu yang datang kemari. Kami tidak menemukan satu pegawai pun. Mereka hanya menyuruh kami menunggu di ruangan itu," kata seorang pria separuh baya yang tak mau menyebut nama.

Sejauh ini, seperti apa langkah yang dilakukan untuk menemukan pesawat yang hilang ini? Berapa warga Indonesia di dalamnya?
Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 09 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru