Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026
Diselenggarakan Oleh Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli

Sebagian Mahasiswa Eks St Maria Sibolga Sudah Kembali Berkuliah

* Antusias Menerima Kebijakan Yang Diambil Kopertis Wilayah I Dalam Mengatasi Masalah St Maria, * Wali Kota Syarfi Hutauruk Fasilitasi Pertemuan Mahasiswa STKIP dengan Yayasan St Maria
- Senin, 10 Maret 2014 08:54 WIB
1.097 view
 Sebagian Mahasiswa Eks St Maria Sibolga Sudah Kembali Berkuliah
SIB/ist
BERBELASKASIH : Rektor Unita P Parapat MSi menandatanganiu MoU dengan Yayasan St Maria Berbelaskasih Sibolga tentang pengalihan mahasiswa ke Unita disaksikan Kopertis Prof Dian Armanto, anggota DPD RI Parlindungan Purba SH, anggota DPRD Sibolga Jamil Zeb
Medan (SIB)- Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) yang sekarang menguliahkan sekitar 4.000 mahasiswanya di Desa Silangit, mulai melayani perkuliahan bagi mahasiswa eks St Maria Sibolga yang dialihkan ke UNITA, Kamis dan Jumat (7-8 Feb) lalu di sarana Yayasan Santa Maria Berbelas Kasih di Kota Sibolga. Jumlah mahasiswa yang diajukan untuk dikuliahkan UNITA berkisar 500 orang.

Ketua BPH UNITA, GM Immanuel Panggabean BBA bersama Pimpinan Rektorat dan Dekanat FKIP UNITA menurunkan tim kerja sebanyak 12 tenaga dosen dan pegawai dari Kampus UNITA di Siborong-borong,  Tapanuli Utara yang berjarak sekitar 90 Km dari perbatasan  Sibolga/Tapteng dengan Taput. Sebagian besar mahasiswa, khususnya angkatan Tahun 2009 dan 2010 yang secara akademis dapat dijadwalkan wisuda pada Tahun Ajaran 2014/2015 yang sedang berjalan, tampak antusias mengikuti perkuliahan dan  menyelesaikan proses administrasi akademik dan keuangan yang dilayani tim UNITA bersama Yayasan St Maria hingga malam hari.

Sebelumnya, awal pekan lalu, Wali Kota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk juga telah memfasilitasi pertemuan mahasiswa STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pengetahuan) dengan Yayasan Santa Maria Sibolga, Selasa (4/3) siang di ruang rapat Kantor Wali Kota di Jalan Sutomo Sibolga.

Pertemuan meliputi kesediaan pihak yayasan menanggungjawabi seluruh kebutuhan mahasiswa yang mau dialihkan ke universitas lain seperti UNITA dan Universitas Quality. Juga dibahas mengenai adanya tuntutan ganti pihak yayasan kepada mahasiswa yang tidak mau dialihkan ke universitas lain.

Kopertis juga dijadwalkan hadir ke Sibolga guna memberikan memastikan legalitas proses pengalihan.

Wali Kota pada kesempatan itu mengharapkan pertemuan itu bisa mengambil keputusan yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.

“Kiranya dapat diambil keputusan yang tidak merugikan pihak mana pun,” katanya seraya menambahkan sektor pendidikan termasuk salah satu prioritas pembangunan daerah di Kota Sibolga.

Ketua Yayasan Santa Maria Sibolga Suster Dionesia Marbun SCMM bertanggungjawab dengan kondisi ini.
Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 10 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru