Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026

Disaksikan Dua Anaknya, Nova br Sianturi Tewas Dibunuh Suaminya

- Rabu, 12 Maret 2014 10:19 WIB
1.172 view
Disaksikan Dua Anaknya, Nova br Sianturi Tewas Dibunuh  Suaminya
SIB/ Sahat Pasaribu
Roy dan Aldo kedua anak korban yang sempat ikut menyaksikan pembunuhan ibunya Nova br Sianturi terlihat masih trauma dan beberapa tetangganya berusaha memberikan semangat kepada kedua anak tersebut
Medan (SIB)- Disaksikan kedua anaknya, Nova br Sianturi (46) tewas  diduga kuat dibunuh suaminya di dalam rumah kontrakannya di Jalan TB Simatupang Gang Langgar  Lingkungan 12 kelurahan Pekan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (11/3/2014) sekitar pukul 14.00 WIB .

Tubuh wanita beranak 4 itu terlihat terkapar dalam posisi telungkup di lantai ruangan tamu dan di sekitar lantai serta tubuhnya  tampak lumuran darah segar. Kuat dugaan sebelum wanita itu dibunuh, keduanya  sempat berkelahi karena  kondisi ruangan tampak berantakan. Pada saat kejadian kedua putra korban Roy (6) dan Aldo (5) sedang berada di dalam rumah dan sempat menyaksikan ibunya bertengkar. Sementara kedua kakaknya Evi ( pelajar SMU) dan Desi (pelajar SMP) lagi sekolah.

"Aku sempat melihat mamak dan bapak bertengkar dan kulihat bapak pegang pisau," ujar Roy sambil menangis dan memeluk adiknya.

Beberapa saat sebelum pembantaian tersebut, kedua abang beradik itu disuruh keluar oleh bapaknya dan kemudian  menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Di luar rumah Roy dan Aldo hanya bisa menangis. Tangisan kedua anak korban tersebut terdengar oleh  warga. Dan tak lama kemudian, setelah pintu dibuka, korban sudah terkapar di lantai.

Kuat dugaan setelah membantai istrinya, pelaku berinisial RN (45) melarikan diri melalui pintu belakang. Kasus pembantaian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sunggal. Puluhan petugas kepolisian langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.

Sementara itu adik pelaku, Lasma br Nababan (42) saat berada di lokasi kejadian mengatakan, selama ini korban dan suaminya sudah sering bertengkar. Dan terakhir sebelum kejadian, korban yang sehari-harinya berjualan sayur di Pekan Sunggal terlibat cekcok dengan suaminya.

"Tadi pagi mereka berdua sempat cekcok di pajak ini. Dan saya sempat mendengar Mak Evi (Red:panggilan korban) mau pindah dan tidak mau lagi tinggal bersama  suaminya," ujar br Nababan. Menurutnya, selama ini pelaku tidak bekerja karena kondisi kakinya yang pincang sejak kecelakaan satu setengah tahun lalu dan hanya sekali-sekali ikut membantu Mak Evi jualan sayur di pajak. Meski sudah dikarunia 4 anak (dua wanita dan dua pria), korban dan suaminya masih saja sering bertengkar.

"Kami sekeluarga sudah capek memberikan nasehat kepada mereka, tapi tetap saja berkelahi," pungkasnya.

Hingga pukul 18.00 WIB pelaku pembantaian tersebut belum berhasil ditangkap. Sementara pihak Polsek Sunggal telah memintai keterangan dari sejumlah saksi termasuk kedua anak korban yang masih terlihat trauma menyaksikan ibunya tewas dibunuh bapaknya.

(A15/d)


Simak juga berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 12 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru