Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026

SBY: Ada Komunikasi Golkar-PDIP, PDIP-Nasdem, dan Golkar-PKS

* Akui Hubungan Dirinya dengan Megawati Belum Cair
- Rabu, 12 Maret 2014 10:42 WIB
658 view
SBY: Ada Komunikasi Golkar-PDIP, PDIP-Nasdem, dan Golkar-PKS
SIB/int
Ketum Partai Demokrat SBY
Jakarta (SIB)- Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata mengamati manuver sejumlah parpol menjelang Pemilu. PD sendiri, menurutnya, akan sabar menunggu hasil Pileg terlebih dahulu.

"Memang saya dengar ada komunikasi Golkar dengan PDIP, PDIP dengan NasDem, Golkar dengan PKS. Dan komunikasi itu sah dan itu dibenarkan," kata SBY saat bertemu Chairul Tanjung dan Forum Pemred di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Jakarta, Selasa (11/3/2014) malam.

Ternyata ada juga yang meminta SBY mulai memikirkan koalisi Pilpres. Namun SBY memilih menunggu hasil Pileg.

"Ada yang sampaikan, Pak ini kan ada Golkar dan PDIP sudah kuat, yang lain kecil-kecil. Pak SBY punya inisiatif nggak, tunggu saja. Sabar saja, tinggal satu bulan kok, saya percaya keputusan Tuhan," katanya sembari tersenyum.

SBY memprediksi di Pemilu 2014 nanti tidak ada parpol yang sangat dominan. Sampai saat ini SBY juga melihat belum ada capres yang aman.

Menurutnya dalam politik semua bisa terjadi. SBY mengibaratkan seorang pemain bola yang ingin memasukkan gol malah gagal dan orang yang sekarang tidak berambisi mencetak gol malah mencetak gol, orang yang mencetak gol ini adalah capres yang muncul belakangan.

Belum Cair
Presiden SBY punya sejarah panjang soal hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri. Hingga saat ini, SBY mengaku hubungan dirinya dengan mantan atasannya itu belum cair.

SBY bercerita bahwa dirinya dengan para capres yang saat ini namanya sering muncul di survei-survei memiliki hubungan yang baik. Tanpa menyebut nama, SBY mengaku sering bertemu dan berkomunikasi dengan mereka.

"Paling-paling dengan Ibu Megawati yang belum cair benar, hubungan saya dengan beliau. Tapi saya menghormati beliau, mantan presiden saya, kakak saya," ungkap SBY.

Dari sejumlah nama capres yang muncul, menurut SBY, belum ada yang pasti. Meski begitu menurut SBY mereka semua punya peluang.

"Masih banyak kemungkinan yang terjadi, banyak skenario yang akan terjadi, jadi kalau bicara who? Saya belum, I do not yet, sampai sekarang, (mungkin) SBY bohong, Allah mendengar ucapan saya sekarang," tuturnya.

SBY mengakui hingga saat ini belum ada capres yang didukungnya. Baik dari internal PD maupun dari luar.

"Saya masih menunggu hasil konvensi. Saya belum bisa mengatakan siapa yang sangat mungkin untuk endorsement. Itu bacaan saya tentu ada analisis yang kurang elok saya sampaikan saat ini, takut dianggap berpolitik, melemahkan satu sisi atau mengunggulkan sisi lain. Setelah 9 April mungkin pembicaraan kita lebih fokus," ungkapnya.

Bagaimana SBY memandang survei dan apa ingatannya untuk memandang Indonesia?

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 12 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru