Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026
Komunikasi Terakhir dengan Satelit Jam 08.11

Pesawat Malaysia Airlines Dibajak?

* PM Malaysia: Pesawat Sengaja Dialihkan, * Dua Pilot MAS Kini Jadi Fokus Utama Penyelidikan
- Minggu, 16 Maret 2014 13:59 WIB
1.609 view
Pesawat Malaysia Airlines Dibajak?
SIB/int
Ilustrasi
Kuala Lumpur (SIB)- Pejabat Malaysia yang tak menyebutkan identitasnya mengatakan pesawat maskapai Malaysia Airlines Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH370 yang hilang sejak Sabtu 8 Maret 2014, telah dibajak. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak angkat bicara soal kabar pembajakan tersebut.

PM Najib Razak membeberkan informasi mengejutkan. Berdasarkan data baru, komunikasi terakhir antara pesawat dengan satelit adalah pada pukul 08.11, hari Sabtu (8/3) waktu Malaysia. Ini berarti pesawat tersebut terus mengudara hingga berjam-jam setelah menghilang dari radar sipil.

"Menurut data baru, komunikasi terakhir yang telah dipastikan antara pesawat dan satelit adalah pada pukul 08.11 waktu Malaysia, hari Sabtu 8 Maret. Tim investigasi tengah melakukan penghitungan lebih lanjut yang akan mengindikasikan seberapa jauh pesawat terbang setelah kontak terakhir," tutur Najib dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Sama Sama, Kuala Lumpur, Sabtu (15/3/2014).

PM Najib didampingi Datuk Hishammuddin Tun Hussein, Pemangku Menteri Transportasi Malaysia, Kepala Departemen Penerbangan Sipil Datuk Azharuddin Abdul Rahman dan Ketua Pegawai Eksekutif Penerbangan MAS, Ahmad Jauhari Yahya,  serta Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia.

"Ini akan membantu kita dalam mengatur ulang pencarian," imbuh pemimpin negeri Jiran itu. "Dikarenakan jenis data satelit, kami tak bisa memastikan lokasi persis pesawat ketika terakhir kali melakukan kontak dengan satelit," ujar Najib di depan para wartawan.

"Namun berdasarkan data baru itu, otoritas penerbangan Malaysia dan para kolega internasional telah memastikan bahwa komunikasi terakhir pesawat dengan satelit berada di salah satu dari dua koridor pergerakan pesawat," tutur Najib.

Kedua koridor tersebut adalah koridor utara yang bergerak dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju Thailand utara, atau koridor selatan yang bergerak dari Indonesia menuju Samudera Hindia bagian selatan. Operasi pencarian pun kini akan difokuskan pada kedua koridor itu.

Najib juga mengatakan bahwa saat ini belum ada konfirmasi adanya pembajakan di balik hilangnya pesawat Malaysia Airlines. Namun dikatakan Najib, gerakan pesawat memang sesuai dengan dugaan adanya tindakan yang disengaja dalam penerbangan itu, misalnya terkait transponder pesawat. "Kami meyakini transponder di pesawat memang dimatikan," kata Najib. "Kemungkinan pembajakan masih ditelusuri, sebagaimana berbagai kemungkinan lainnya juga masih diselidiki," ujar pemimpin negeri Jiran itu.

Dijelaskannya penyelidikan kini difokuskan kepada awak dan penumpang yang mungkin terlibat dalam pembelokkan arah terbang secara sengaja itu.

"Berdasarkan perkembangan terakhir, pihak berwenang Malaysia memfokuskan kembali penyelidikannya kepada awak dan penumpang di dalam pesawat.  Kendati media melaporkan bahwa pesawat ini telah dibajak, saya tegaskan: kami masih menyelidiki semua kemungkinan mengenai apa yang menyebabkan MH370 menyimpang dari jalur penerbangan aslinya," kata Najib.

Sebelumnya, para penyelidik Malaysia telah menyimpulkan bahwa salah satu pilot atau orang lain yang memiliki pengalaman terbang, telah membajak pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Hal ini disampaikan oleh pejabat pemerintah Malaysia yang terlibat dalam penyelidikan hilangnya pesawat tersebut. Namun pejabat tersebut mengatakan, belum diketahui motif pembajakan ini. Juga belum jelas kemana pesawat tersebut dibawa oleh pembajak. "Itu konklusif," ujarnya mengenai pembajakan.

"Dia (pembajak) pasti pilot yang mahir, kompeten dan masih menjadi pilot," kata pejabat senior militer Malaysia. Dikatakan pejabat Malaysia itu, teori tersebut didasarkan pada data dari radar militer. Pejabat yang tak ingin disebut namanya ini terlibat dalam operasi pencarian internasional. Disampaikan pejabat tersebut, radar militer terus merekam rute pesawat MAS selama berjam-jam setelah hilang dari layar menara pengawas lalu lintas udara dan radar sipil.

Berdasarkan data dari radar militer itu, pesawat MAS terbang ke arah Samudera Hindia selama sekitar 4-5 jam. "Dia (pilot) tahu bagaimana menghindari radar sipil. Dia tampaknya telah mempelajari bagaimana menghindarinya," ujar pejabat Malaysia itu. Pejabat tersebut menolak menjelaskan lebih detail mengenai data militer tersebut. Alasannya, dia tak bisa banyak berkomentar karena penyelidikan masih berlangsung.

Bagaimana respon para keluarga penumpang dan seperti apa proses penyelidikan terhadap kedua pilot?

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 16 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru