Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026

Irman Gusman: Capreskan Jokowi, Mega Patahkan Citra Politik Dinasti PDIP

*PKB: Mega Kedepankan Politik Rasional
- Senin, 17 Maret 2014 09:26 WIB
685 view
 Irman Gusman: Capreskan Jokowi, Mega Patahkan Citra Politik Dinasti PDIP
Irman Gusman
Jakarta (SIB)- Capres konvensi Partai Demokrat Irman Gusman mengapresiasi keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mencapreskan Joko Widodo (Jokowi). Keputusan Megawati mengakhiri kesan politik Dinasti Soekarno yang lekat dengan PDIP.

"Kita mengapresiasi yang dilakukan Ibu Megawati. Selama ini citra partai itu (PDIP) kan elitis, oligarki, dan dinasti. Bu Mega telah mematahkan itu semua," kata Irman, Minggu (16/3/2014).

Irman menyatakan Megawati merupakan sosok negarawan yang berhasil melakukan regenerasi dengan memunculkan muka baru, dalam hal ini Jokowi. Ini sama seperti yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono saat berusaha menampilkan tokoh baru lewat ajang konvensi capres Partai Demokrat.

"Dua tokoh besar bangsa ini, Pak SBY dan Bu Megawati, ingin membawa tradisi yang baik dalam mengantarkan Indonesia yang lebih baik ke depan," kata Ketua DPD RI ini.

Lebih lanjut, Irman tak gentar menghadapi capres PDIP itu. SelamaIrman akan memaksimalkan jaringan yang telah dibangunnya selama menjabat di DPD untuk bisa mensosialisasikan visi dan misinya.

"Saya yang duduk di DPD sebagai pimpinan dukungan seluruh anggota DPD RI, itu berarti sebuah kekuatan yang cukup kuat. Saya akan memperkuat jaringan itu. saya optimalkan jaringan-jaringan yang ada di seluruh Indonesia," ujarnya.

PKB:  Megawati Kedepankan Politik Rasional

PKB menilai Megawati telah menunjukkan bahwa kepemimpinan rasional telah dikedepankan PDIP.

"Megawati sudah rasional dan memakai akal sehat," kata Wakil Ketua Dewan Syura PKB Ali Maschan Moesa, Minggu (16/3).

Keputusan Megawati, menurut Ali, didasarkan pada pertimbangan survei, pendapat kadernya, dan fenomena publik yang memang sedang gandrung kepada Jokowi.

Ini membuktikan, keputusan PDIP bukan hanya didasarkan pada keputusan personal Megawati sebagai pemimpin kharismatik di partai banteng moncong putih itu.

"Dari sisi keinternalan partai, itu bagus. Artinya keputusan tidak lagi dilahirkan secara personal. Dan keputusan politik itu memang harus impersonal dan rasional," kata Ali.

Sosok Jokowi dinilai Ali memang dikehendaki publik. Bahkan Ali sendiri mengakui hal ini. "Orang sekarang itu tidak melihat bahwa sosok tokoh politik itu dari segi kepintarannya, tapi melihat apakah orang itu jujur atau tidak. Dan sosok jujur itu adalah Jokowi," tandas Ali.

Komite Konvensi PD Sanjung Mega
?

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 17 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru