Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026

Mungkinkah Krisis Crimea Memicu Perang Dunia III?

- Senin, 17 Maret 2014 09:28 WIB
634 view
 Mungkinkah Krisis Crimea Memicu Perang Dunia III?
Crimea (SIB)- Ketegangan yang terus meningkat di Ukraina, lebih khusus lagi di Semenanjung Crimea disaat wilayah otonom tersebut menggelar referendum, Minggu (16/3/2014) terus meningkat. Berbagai manuver politik dan militer kedua Barat dan Rusia terus terjadi dan semakin memanaskan situasi.

Serentetan negosiasi untuk mengakhiri ketegangan politik yang dilakukan AS, Uni Eropa dan Rusia selalu berujung kegagalan. Puncaknya saat Rusia menggunakan hak veto-nya untuk menggagalkan rencana resolusi DK PBB yang mengecam referendum Crimea.

Di sisi lain, kedua pihak terus menyusun kekuatan militernya. NATO mengirimkan sejumlah pesawat tempur dan pesawat pengintai AWACS ke negara-negara Baltik. Sementara AS menggelar latihan militer di darat dengan Polandia dan di Laut Hitam bersama Bulgaria dan Romania.

Sebelumnya, Rusia bahkan menggelar latihan militer besar-besaran di wilayah barat negeri itu yang berbatasan dengan Ukraina. Selain itu, Rusia juga mengirim belasan jet tempur Sukhoi Su-27 ke Belarus yang bertetangga dengan Ukraina. Bahkan dikabarkan puluhan prajurit Rusia kini sudah menduduki sebuah desa di wilayah Ukraina.

Pertanyaannya, apakah ketegangan politik dan militer ini akan berujung pada sebuah perang baru? Atau pertanyaan lebih ekstrem adalah apakah wilayah sekecil Crimea bisa memicu Perang Dunia III?

Crimea dari segi wilayah yang hanya 26.100 kilometer persegi dan penduduk hanya dua juta jiwa memang hanyalah wilayah kecil di pojok barat daya Ukraina. Namun, jika kita menengok sejarah dunia dalam 100 tahun terakhir, dua perang dunia yang berpusat di Eropa, dipicu dari sebuah negara atau wilayah yang kecil.

Kita tengok Perang Dunia I (1914-1918). Perang yang banyak disebut “perang yang akan mengakhiri semua perang” itu merupakan sebuah konflik bersenjata paling masif pertama di dunia. Secara total melibatkan 14 negara dan mengakibatkan 40 juta orang tewas.

Perang ini dimulai dengan pembunuhan Archduke Franz Ferdinand dari Kekaisaran Austro-Hongaria  pada 28 Juni 1914 di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina.  Pembunuh sang pewaris tahta Austro-Hongaria itu adalah Gavrillo Princip seorang pemuda Serbia-Bosnia

Kemungkinan berkembang menjadi perang dunia III, dikarenakan berbagai faktor.

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 17 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru