Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026
Diduga Serpihan Pesawat MAS MH370

Australia Deteksi 2 Benda di Samudera Hindia

*Malaysia Kumpulkan Keluarga Penumpang
- Jumat, 21 Maret 2014 10:20 WIB
562 view
 Australia Deteksi 2 Benda di Samudera Hindia
Sib/rtr
CITRA SATELIT : Inilah hasil citra satelit milik Otoritas Keamanan Maritim Australia (AMSA) yang menunjukkan temuan dua benda besar diduga serpihan pesawat MAS MH370 yang kini diselidiki pesawat Australia dan AS di Samudera Hindia. Temuan dua benda terseb
Canberra (SIB)- Operasi pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 terus dilakukan. Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott menyatakan, tim pencari telah mendeteksi dua benda yang diduga serpihan pesawat MAS MH370. Hal tersebut disampaikan Abbott di depan parlemen Australia seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (20/3). Dikatakan pemimpin negeri Kangguru itu, pesawat Orion milik Angkatan Udara Australia telah dikerahkan ke lokasi untuk memeriksa benda-benda tersebut. Tiga pesawat pengintai lainnya juga akan didatangkan ke lokasi. Abbott tidak menjelaskan di mana lokasi tersebut. Namun seperti diketahui, Australia saat ini memegang kendali pencarian di kawasan selatan Samudera Hindia.

"Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) telah menerima informasi yang didasarkan pada informasi satelit mengenai benda-benda yang kemungkinan terkait dengan pencarian," tutur Abbott seraya menambahkan, dirinya telah memberitahukan hal ini kepada PM Malaysia Najib Razak. "Menyusul analisis para ahli atas gambar satelit ini, dua benda yang diduga terkait dengan pencarian telah teridentifikasi," imbuhnya. Namun Abbott menekankan untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. "Bisa saja ternyata benda-benda itu tidak terkait dengan pencarian pesawat MH370," tandas Abbott.

Otoritas Australia menjelaskan tentang dua obyek yang terdeteksi dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Salah satu benda yang terlihat di kawasan selatan Samudera Hindia itu panjangnya mencapai 24 meter. Obyek lainnya berukuran lebih kecil.

"Benda-benda itu relatif tidak jelas. Bagi saya, indikasinya adalah itu benda-benda yang berukuran cukup besar dan kemungkinan terendam air dan naik turun di atas permukaan," kata pejabat Otoritas Keselamatan Maritim Australia John Young seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (20/3/2014). "Benda yang terbesar... ditaksir sekitar 24 meter. Ada lagi yang lainnya yang lebih kecil dari itu," imbuhnya.

 Pesawat pencari AP-3C Orion milik Angkatan Udara Australia telah tiba di lokasi terdeteksinya dua obyek yang mengapung di kawasan selatan Samudera Hindia. Namun mereka belum menemukan serpihan diduga pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang tertangkap satelit.

Hal ini disampaikan oleh Australian Maritime Safety Authority (AMSA) lewat akun twitter resmi mereka, Kamis (20/3) pukul 16.45 WIB. Disampaikan otoritas tersebut, pesawat Orion masih bermasalah dengan visualisasi. "Kru RAAF P3 belum berhasil menemukan lokasi serpihan. Awan dan hujan membatasi pandangan. Pesawat lainnya akan tetap mencari," tulis keterangan tersebut.

Hal serupa juga dialami  pesawat militer P-8A Poseidon. Pesawat milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang juga menelusuri dua obyek diduga serpihan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 sudah kembali ke Perth, Australia tidak membuahkan hasil.

David Wright, wartawan ABC yang ikut dalam pesawat melaporkan, cuaca buruk dan awan pekat menghalangi jarak pandang pesawat. Sehingga, upaya pencarian tak bisa dilakukan secara maksimal. Namun dia sempat melihat sebuah kapal kargo dan lumba-lumba. "Begitu kami tiba di sana, gambar satelit itu kemungkinan kapal kargo yang kami lihat tadi," ucapnya kepada ABC News, Kamis (20/3).

Meski begitu, upaya pencarian masih belum berhenti. Beberapa pesawat lainnya masih terbang untuk menyisir lokasi dan sejumlah kapal dalam perjalanan untuk mencapai titik tempat puing-puing itu berada.

Sedikitnya 4 pesawat yang sudah meluncur ke lokasi sejak informasi soal dua obyek tersebut mengemuka. Selain Orion milik Australia, ada juga Royal New Zealand Air Force Orion dan P8 Poseidon. Otoritas Keselamatan Maritim Australia atau Australian Maritime Safety Authority (AMSA) telah melihat kedua benda itu lewat gambar satelit di kawasan selatan Samudera Hindia, sekitar 2.500 kilometer barat daya kota Perth, Australia. Satu dari dua benda tersebut ditaksir berukuran panjang 24 meter. Satu benda lainnya berukuran lebih kecil.

Apakah temuan ini akan menjawab misteri hilangnya pesawat Boeing 777-200ER tersebut?
Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 21 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru