Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tandatangani Prasasti Visit Samosir Year 2014 - 2015

* Dr Mari Elka Pangestu Ph.D : Industri kreatif di Samosir sudah berkembang baik
- Jumat, 28 Maret 2014 12:49 WIB
770 view
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Tandatangani  Prasasti Visit Samosir Year 2014 - 2015
Medan (SIB)- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Mari Elka Pangestu, Ph.D  tandatangani Prasasti Visit Samosir Year 2014 - 2015 di Rumah Makan Simpang Tiga Tanjung Morawa, Kamis (27/3/2014). Kegiatan penandatanganan prasasti  itu turut dihadiri  menyaksikan Bupati Samosir, Ir. Mangindar Simbolon, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Layari Sinukaban SIP, Direktur Utama (Dirut) Akademi Pariwisata Medan, Drs. Kosmas Harefa MS, Ketua Asociation of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumut, Solahuddin Nasution SE MSP dan Kepala Dinas Pariwisata Sumut, Sri Hartini MSi sekaligus mewakili Gubsu H Gatot Pujo Nugroho.

Dalam sambutannya Pangestu mengungkapkan industri kreatif di Samosir sudah berkembang cukup baik.  Salah satunya  adalah pengembangan modifikasi salah satu warisan budaya, kain ulos menjadi pakaian.  Tapi supaya produk kreatif lokal dapat bernilai jual, dibutuhkan sentuhan desainer yang mengerti mode.

Dia mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif  tersebut sangat perlu untuk mendukung Visit Samosir Year 2014 - 2015. Dengan pengembangan produk lokal dari masyarakat,  menunjukkan kreativitas sehingga dapat mengembangkan pendapatan menjadi souvenir yang bernilai jual. "Yang dapat dikembangkan, kain ulos, ukiran dan kerambah. Untuk itu, harus ada upaya untuk menggunakan sebisa mungkin bahan lokal dalam modifikasi," katan.

Menurut dia, Samosir sebagai "Negeri Indah Kepingan Surga", juga diharapkan dapat menghadirkan kuliner daerah yang memikat. Karena berdasarkan survei, banyak wisatawan datang untuk menikmati kuliner setempat. "Ini PR (pekerjaan rumah) untuk semua stakeholder dalam mengisi Visit Samosir Year," katanya.

Dikatakannya, program visit atau kunjungan,  biasanya dihadirkan untuk menggalang semua kekuatan, dalam mendorong pariwisata. Mudah-mudahan pembangunan jalan yang sedang dilakukan, bisa mendukung aksesibility ke tempat-tempat wisata. "Kalau itu bisa teratasi maka target wisata akan cepat tercapai. Karena daya tariknya sudah ada, yakni Danau Toba dan keindahan alam, harus ada kegiatan yang bisa dilakukan. Infrastruktur, sumber daya manusia, daya tarik wisata, serta objek wisata harus diperbaiki. Sehingga bisa meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang akan berkunjung ke Sumut,” katanya.

Dalam kesempatan ini, dia juga mengungkapkan sudah banyak perbaikan yang dilakukan dalam mendukung Danau Toba menjadi lokasi Geopark (taman bumi). Rencananya, akan dibangun etalase untuk menjelaskan tentang Geopark dan warisan budaya yang ada di Samosir. Nantinya kegiatan apapun yang dilakukan di Geopark, harus konservasi dan harus bertanggungjawab. Untuk itu, akan dilakukan pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat agar bertindak sesuai dengan Geopark. "Untuk program kawasan strategis Geopark ini, pemerintah pusat sudah menyediakan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk etalase Geopark," jelasnya.

Sedangkan Mangindar mengungkapkan wilayahnya diharapkan menjadi ikon pariwisata yang mendunia. Untuk itu, kini pemerintah daerah sedang berbenah untuk mewujudkan target ini. Dan diharapkan, semua stakeholder dan masyarakat mendukung industri pariwisata. "Dukungan pihak ketiga sangat diharapkan. Kini pun hotel terus berkembang, akan didirikan juga akademi pariwisata di Samosir tahun depan," tuturnya.

Melalui Visit Samosir Year ini, katanya, diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung, dari sekitar 200 ribu/bulan, diharapkan dapat meningkat hingga 360 ribu/bulan. "Saat ini, memang jumlah wisatawan yang datang 65% adalah wisatawan lokal atau nusantara. Ke depan, kita akan terus melakukan promosi untuk mengundang wisman untuk datang," tukasnya.

Sedangkan Solahuddin mengungkapkan agar jumlah kunjungan wisman meningkat, promosi ke luar negeri harus gencar dilakukan. Karenanya, Samosir harus mengikuti event-event di luar negeri dengan memanfaatkan bantuan dari Kementerian Pariwisata. Melalui kegiatan ini, diharapkan Dinas Pariwisata Provinsi bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperlihatkan peran koordinatifnya. Mereka diharapkan berkoordinasi dengan daerah untuk melakukan suatu promosi bersama tentu itu memiliki jangkauan lebih besar. "Sehingga, hasilnya juga lebih besar. Harapan kita jangan kerja sendiri-sendiri," terangnya.

Koordinasi ini, katanya, perlu dilakukan karena Samosir tidak akan bisa jadi single destination (satu-satunya tujuan), lantaran tidak ada direct flight (penerbangan langsung) dari luar negeri ke pulau samosir. "Promosi ini pun tidak bisa hanya dilakukan sekali saja. Harus rutin dilakukan sekaligus mencari pasar baru," katanya. (A16/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru