Medan (SIB)-
Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjadi juru kampanye (Jurkam), Jumat (28/3) siang membuat Lapangan Merdeka Medan membiru. Puluhan ribu kader dan simpatisan Partai Demokrat yang mengenakan kaus dan baju biru berlambang logo mercy, terlihat menempati setiap sudut Lapangan Merdeka Medan. Massa membawa sejumlah poster bergambar SBY dan bertuliskan Partai Demokrat No.7, dan juga ada yang membawa sejumlah gambar-gambar Caleg dari Demokrat, baik Caleg untuk tingkat pusat, tingkat I, dan Tingkat II di Sumut.
Walaupun sebelumnya hujan turun deras, namun simpatisan dan kader Demokrat yang hadir tetap bersemangat menanti kehadiran SBY. Tampak hadir dalam kampanye tersebut , Sutan Bhatoegana, Ruhut Sitompul, Maulana Pohan, Hinca Panjaitan, Jafar Nainggolan, Novida Kaban, Subur Sembiring dan lain-lain. Sedangkan pengurus dan kader Partai Demokrat Sumut yang hadir antara lain ; Ketua DPD Partai Demokrat Sumut HT Milwan, Tahan Manahan Panggabean, Anton Panggabean, Caleg Partai Demokrat nomor urut 5 dari Dapil Kota Medan 4 (Kec.Medan Pejuang, Kec.Medan Tembung dan Kec.Medan Timur) dan lain-lain.
Setelah beberapa saat hujan mulai reda, Ketua Umum Partai Demokrat SBY didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, Edhie Baskoro Yudhoyono (putra SBY) dan Jhoni Allen Marbun tiba di panggung. Kehadiran SBY dan rombongan disambut yel-yel “Hidup Demokrat†dan “Hidup SBY†dari simpatisan.
Dalam orasinya, SBY menyampaikan kalau saat ini banyak kampanye di mana-mana, dan bahkan ada yang kampanye sambil menyerang dan menghujat Partai Demokrat juga menjelek-jelekkan pemerintahan SBY. “Kita jangan ikut-ikutan. Tidak perlu menyerang orang lain, tidak perlu menjelek-jelekkan orang lain. Kita tidak perlu mengganggu siapapun, mari bekerja, bekerja, dan bekerja untuk Indonesia,†katanya.
Sebab rakyat, lanjut SBY, tidak suka kepada pihak-pihak yang hampir setiap hari menjelek-jelekkan dan menyerang SBY dan Demokrat. “Kalau kita hanya bisa menjelek-jelekan maka negara kita tidak akan maju, sebab yang diperlukan rakyat Indonesia saat ini adalah mengatasi masalah, membangun, dan bekerja. Misalnya, bagaimana pengangguran dan kemiskinan terus kita turunkan. Bagaimana pendidikan terus kita tingkatkan, bagaimana kesehatan kita majukan. Pendek kata marih bekerja, bekerja dan bekerja, agar kesejahteraan rakyat Indonesia makin baik,†kata SBY.
Dengan semangat dan keyakinan, para kader Partai Demokrat harus membuktikan janji , berbakti dan berbuat untuk rakyat Indonesia dengan bekerja. “Kalau kita terus bekerja, maka 5 tahun mendatang Indonesia semakin maju dan makmur,†kata SBY seraya meminta simpatisan Demokrat meyakininya.
Dia juga mengatakan, Bandara Kualanamu diresmikan pada pemerintahan Partai Demokrat dan nantinya bandara internasional ini akan menjadi pintu gerbang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumut, dan Indonesia umumnya. “Untuk itu, Bandara Kualanamu ini harus kita jaga dan pelihara.
Terkait listrik yang sering padam akhir-akhir ini di Sumut juga akan segera dibenahi, dan itu juga tidak terlepas karena perekonomian Sumut semakin membaik. Karena perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumut semakin membaik, sehingga membutuhkan energy listrik yang semakin besar ke depan. Tadi malam saya berbicara dengan Dirut PLN, agar masalah listrik di Sumut segera diperbaiki dan diatasi. Kita berharap dalam satu dua bulan ke depan energi listrik yang kurang di Sumut bisa segera diatasi. Pokoknya listrik di Sumut harus cukup. Bukan Sumut saja, semua provinsi di pulau Sumatera supaya secepatnya dilakukan pembangunan ketersediaan listrik agar perekonomian di Sumatera semakin hidup,†kata SBY.
Dia juga meyakinkan kepada para kader Demokrat dan simpatisan Partai Demokrat, negara Indonesia semakin maju bila pemerintahannya kembali dipimpin Partai Demokrat dalam 5 tahun ke depan. “Partai Demokrat akan memunculkan pemimpin baru dan teruji untuk memimpin Indonesia 5 tahun ke depan, sehingga negara Indonesia semakin maju. Dengan pertolongan Tuhan, maka 5 tahun lagi Indonesia akan semakin maju. Apalagi selama 10 tahun ini, Partai Demokrat telah membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia, misalnya ; jumlah pengangguran makin menurun, perekonomian terus membaik, pendidikan makin maju, UKM makin tumbuh, pembangunan makin meningkat dan kesejahteraan rakyat terus tumbuh. Demokrat telah memberi bukti, bukan hanya janji-janji,†kata SBY seraya mengajak para massa Demokrat untuk memilih Partai Demokrat pada Pemilu, 9 April 2014 mendatang.
SBY dalam kesempatan itu juga minta simpatisan Demokrat pada 9 April 2014 memilih Partai Demokrat No. 7. “Karena nomor 7 dicoblos maka Partai Demokrat menang. Kalau Demokrat menang maka semua program-program yang baik untuk rakyat selama ini tetap berlanjut dan tidak mungkin dibuang-buang. Tidak mungkin diganti-ganti, bahkan ditingkatkan. Jadi kesimpulannya, 9 April 2014, jangan Golput, datanglah untuk masa depan Indonesia, untuk masa depan Sumut tentunya dengan mencoblos nomor 7 Partai Demokrat. Sukses untuk kita, Tuhan beserta kita,†kata SBY mengakhiri orasinya.
Dalam kesempatan itu, SBY kemudian mengajak massa bernyanyi bersama dengan judul “Rumah Kita adalah Demokrat dan Indonesiaâ€, kemudian dilanjutkan dengan lagu “Tendangan dari Langit Yang Biruâ€.
Sembari menyanyikan lagu itu, SBY, Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono serta pengurus Demokrat lainnya membagi-bagikan bola kepada para simpatisan Demokrat saat itu. Walaupun hujan rintik-rintik datang, namun massa pendukung Demokrat tetap bersemangat mendengar pidato dan lagu SBY yang diiringi oleh artis Ibukota seperti Rio Ferdinand, Wali Band dan artis lainnya.
Di penghujung kampanye, SBY memperagakan cara mencoblos nomor 7 Partai Demokrat yang kemudian disambut tepuk tangan para kader dan simpatisan Demokrat. Acara tersebut diakhiri SBY bersama Ani Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono menyalami simpatisan dengan turun langsung dari panggung. Usai menyalami para simpatisan sekira setengah jam lebih, SBY dan rombongan meninggalkan Lapangan Merdeka Medan sembari melambaikan tangan kepada warga.
Kampanye Demokrat tersebut, sempat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas di sekitar Lapangan Merdeka Medan. Aparat kepolisian lalu lintas terlihat sibuk mengatur lalu lintas sepanjang kampanye berlangsung hingga selesai sore hari.
Sholat Jumat
Sebelumnya, Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST MSi mendampingi Presiden SBY melaksanakan sholat Jumat di Masjid Agung, Medan.
Begitu tiba, Presiden SBY dan Gatot Pujo Nugroho bersama rombongan langsung melaksanakan sholat bersama. Para jamaah yang memenuhi Masjid Agung Medan usai sholat tidak langsung meninggalkan masjid. Mereka sabar menunggu SBY agar bisa bersalaman. Ketika SBY bersama Gubsu akan meninggalkan masjid, masyarakat pun langsung berebut menyalami mereka.
Mengingat padatnya jadwal, SBY hanya beberapa menit bersama para jamaah. Orang nomor satu di Indonesia ini pun langsung memasuki kendaraan yang sudah disiapkan di halaman Masjid Agung dengan pengawalan ketat. Walau sudah memasuki mobil yang membawanya, Presiden SBY sempat membuka kaca mobil dan melambaikan tangan kepada warga yang terus menyapanya.
(Rel/A16/Dik2/ r)