Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Laspados Grup Berobsesi “Go Nasional”

- Jumat, 11 April 2014 20:19 WIB
2.904 view
 Laspados Grup Berobsesi “Go Nasional”
Jakarta (SIB)- Di tengah semakin langkanya penyanyi Batak dalam persaingan kancah nasional khususnya  seni suara dan musik,  Laspados Grup punya obsesi go nasional. Sebab, langkah yang penuh tantangan itu dinilai merupakan salah satu cara  untuk bisa "menggarap" fans masyarakat peminat dan pencinta seni suara  dan musik, terutama para generasi muda.

"Tanpa go nasional, para penyanyi dan pemusik Batak, hanya berkutat di kalangan masyarakat Batak sendiri,  tidak bisa melebarkan sayap di tengah masyarakat Indonesia yang sangat majemuk dan plural,"  kata Maruhum Aldo Sirait SH  (Produser Laspados Grup) dalam acara show time Grup itu  akhir pekan lalu di Tapian Nauli Pub, kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Acara yang menandai peluncuran album kedua Laspados Grup ini  dihadiri beberapa penyanyi senior Batak seperti Posther Sihotang (Relasi Trio), Anthon Siallagan (Maduma Trio) dan lain sebagainya.  Juga tampak sejumlah musisi muda seperti  Rudi Sirait,  Batara Junior dan lain-lain.

Selain Laspados Grup, acara  juga dimeriahkan  Martha Samosir Dance, mitra Laspados di berbagai acara pesta budaya Batak.

Aldo Sirait, mengatakan  bermimpi bahkan sangat  rindu melihat grup band penyanyi Batak berkiprah di blantika musik pop Batak, bahkan nasional.

 "Saya pikir soal materi vocal dan kemampuan bermain musik, grup musik dan penyanyi Batak seperti Laspados tidak kalah dengan grup band nasional seperti Peterpan dan yang lainnya. Tapi kenapa grup band Batak sulit menembus blantika musik nasional ? Inilah yang menjadi obsesi saya, ingin membawa Laspados ke pentas musik nasional", kata Aldo.

 Laspados  didukung 7 musisi dan penyanyi berdarah Batak,  yakni Tua Sirait (leader Grup),  Yesaya M Simamora, Alex Situmorang, Toni Simamora, Jhon Purba, Ruli Naibaho, Kajiman Siagian.

Aldo Sirait mengemukakan, selain bermain musik dan vocal Laspados tidak perlu diragukan lagi, perbendaharaan lagu pun cukup kaya. Bukan hanya lagu Batak, tapi juga lagu daerah nusantara, bahkan lagu manca negara seperti Amerika Latin, barat dan sebagainya.

"Jadi, tinggal bagaimana mensosialisasikan kemampuan Laspados di dunia musik nasional" kata Aldo Sirait seraya menambahkan, bahwa  album terbaru ini mulai  " digarap" sekitar September 2013 di dapur rekaman BCI Record Jalan Beton, Kayu Putih Jakarta, Timur.  Dan seperti pada album perdana, di album kedua ini  Laspados Grup juga menurunkan  talenta yang mereka miliki, termasuk  pengisian musik tidak perlu diimpor dari luar, karena mereka memiliki kelengkapan SDM untuk berbagai jenis alat musik. 

 Musik Program  ditangani Nixon Purba (Keyboard), Pulo Toni Simamora (Saxopon),  Sahat Sinaga (Gitar akuistik), Nando Manalu (Gitar Elektric), Kajiman Siagian dan Parulian Naibaho (musik etnik).

Album kedua ini mayoritas hasil karya Laspados Grup, bahkan tembang pamungkasnya  berjudul: " Ho Do Na Huhaholongi", diciptakan Yesaya Simamora.  

Lagu lainnya  cukup variatif, karena ada lagu daerah Simalungun, yakni  Dedeng dan  Ilah Bolon (Ciptaan Taralamsyah Saragih),  lagu Karo  berjudul : "Jantung Hatiku "  (Ciptaan Sudarto Sitepu). 

Juga ada lagu pop Indonesia "Jangan Cemburui Aku" (Cipt. Tagor Pangaribuan), dan lagu marga Sirait Nabolon (Cipt. Welter Sirait). Selain itu, ada instrumen uning-ungingan Batak Situan Gading, dan  Saur Matua Ma Ho Inang ( Ciptaan. Posther Sihotang), Sihol-Sihol Rohakku (Ciptaan. Martogi Sitohang ), Borhat Ma Ho Boru (Ciptaan. Alex Juntar Situmorang) , Ho Do Na Parjolo (Ciptaan Anthon Siallagan dan  "Hasian"  Ciptaan  Iran Ambarita.  (G1/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru