Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 27 Februari 2026

Fashion on the Street Sambut Hari Ulos di Medan

- Sabtu, 15 Oktober 2016 17:56 WIB
627 view
Fashion on the Street Sambut Hari Ulos di Medan
SIB/Dok
FASHION ON THE STREET: Sebagian dari ibu-ibu yang ikut peragaan busana Fashion on the Street di Medan, Jumat (14/ 10) menyambut Hari Ulos yang dipusatkan di ibu kota Sumut pada Senin, (17/10).
Medan (SIB)- Sekelompok penggiat ulos di Medan, Jumat (14/10) mengadakan peragaan busana berbahan ulos menyambut Hari Ulos pada Senin, (17/10). Fashion on the street yang mengambil lokasi di seputaran Tugu Jam Hr SIB persimpangan Jalan Guru Patimpus - Jalan Jend Gatot Subroto sehingga melibatkan ibu-ibu dan anak muda, pria dan wanita sehingga menarik perhatian pengguna lalu-lintas. "Kita memang bukan ingin memeragakan busana, tapi mengedukasi dan memberi tahu publik bahwa hari ulos akan diperingati pada Senin, 17 Oktober 2016 di Hotel Danau Toba Internasional Medan. Di sana ada lomba busana berbahan ulos, lomba fashion show dan klimaksnya pada malam hari dihadiri Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas yang juga Permaisuri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat," ujar Ketua Umum Peringaan Hari Ulos Nasional di Medan Enni Martalena Pasaribu didampingi sejumlah model dan panitia seperti Ria Simanjuntak, Inong Hanna Simbolon.

Dalam fashion di jalanan itu, yang ditampilkan seluruh motif ulos dari puak yang ada di Sumut. Bahkan, Inong Hanna Simbolon melengkapi penampilannya dengan tas bermotif ulos. "Kita mulai dari diri sendiri. Kalau kita sebagai orang Batak tidak memakai ulos, siapa lagi," ujar perempuan yang aktif di GKPI tersebut.

Meski bersamaan dengan kaum  muda, semangat ibu-ibu berperaga dengan bahan ulos, jauh lebih menonjol. Padahal, petang tersebut masih panas hingga memancing peluh. "Kita harus memelopori menggunakan ulos," tambah Ria Simanjuntak yang sambil berlenggok menyambut sapaan para pengguna jalan yang berteriak 'Horas' "Dengar tuh, mereka tahu bahwa kami ini perempuan Batak hingga menyambut dengan 'Horas'," ujarnya.

Enni Martalena Pasaribu mengatakan, dalam maksud menyosialisasikan pada publik dengan ulos yang sudah menjadi bagian dari seni dan warisan leluhur Indonesia, pihaknya menggelar road show ke sejumlah pihak. Sebelumnya, panitia mengatakan pertemuan dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia  Agus Hermanto, yang memberi dukungan pada pelaksanaan hari ulos ke-2 tahun 2016. Panitia juga beraudiensi pada Wakil Ketua DPD RI hingga dipastikan bahwa GKR Hemas diagendakan hadir. "Permaisuri Keraton Ngayaogyakarta Hadiningrat sangat apresiatif. GKR Hemas bahkan ingin menggandeng ulos dengan batik yang sudah jauh lebih populer dan menjadi industri kreatif bedasarkan kearfian lokal yang mendunia," jelasnya. "Ulos bahkan memiliki kualitas sandang dan memiliki filosof hidup bagi orang Batak. Itu yang harus dilestarikan!"

Selain mengadakan perayaan tahunan, lanjut Ria Simanjuntak,  panitia terus berupaya untuk mememinta kepada pemerintah untuk menetapkan 17 Oktober sebagai hari ulos nasional. Dengan peringatan yang diagendakan secara resmi di kalender nasional, menurutnya, pelestarian ulos akan semakin terjamin. "Kegiatan tak semata membuat ulos menjadi bagian dari industri kreatif, tapi pihak luar tahu bahwa filosfi orang Batak pada ulos menjadikan Bangso Batak eksis dari masa ke masa," tambah Ria Simanjuntak.

Enni Pasaribu menambahkan, latar belakang pihaknya melakukan perayaan hari ulos yang telah dilakukan sejak 17 Oktober 2015, setelah ditetapkannya ulos sebagai warisan budaya tak benda nasional pada 17 Oktober 2014 oleh pemerintah. "Jadi kita ingin, tidak hanya berhenti di situ. Bahkan kita sedang berencana untuk mendaftarkan ulos sebagai warisan budaya dunia yang terdaftar di Unesco," lanjutnya sambil menjelaskan telah dibentuknya tim pengusulan ulos menjadi warisan budaya dunia ke Unesco. (R9/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru