Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Merah Putih Memanggil, Film Kolosal yang Libatkan TNI AD-AL-AU dan Alutsista TNI Tercanggih

- Rabu, 20 September 2017 14:57 WIB
2.131 view
Merah Putih Memanggil, Film Kolosal yang Libatkan TNI AD-AL-AU dan Alutsista TNI Tercanggih
Jakarta (SIB) -Film Merah Putih Memanggil direncanakan ditayangkan serentak pada hari ulang tahun (HUT) ke-72 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2017. Film kolosal tersebut, selain dibintangi artis profesional, juga melibatkan personil TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Bersamaan dengan itu digunakan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI, seperti senjata AX-308, SIG Sauer P 226, Minimi Para Machine Gun, alat selam Ampora milik Kopaska dan teropong Leica Vector.

Sebagaimana diketahui, ketika mengawali syuting film produksi ketiga TeBe Silalahi Pictures di Gedung Suma 2, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, film Merah Putih Memanggil tak sekadar tontonan tapi untuk membangkitkan nasionalisme dan menunjukkan pada dunia bahwa TNI mampu dan sanggup melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, pembuatan film bertujuan memanggil semua anak bangsa terutama TNI untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala ancaman. "TNI mempunyai doktrin Deterrence Strategy yang bisa dilaksanakan setiap waktu," tegasnya.

Eksekutif Produser TeBe Silalahi Pictures Letjen TNI (Purn) Dr TB Silalahi SH mengatakan Merah Putih Memanggil bertema Glory or Dead dimulai dengan adanya pembajakan kapal pesiar ukuran sedang berbendera Indonesia, Merah Putih, di perairan wilayah Indonesia oleh teroris internasional. "Maksudnya untuk menunjukkan kepada masyarakat dan pihak luar bahwa TNI akan selalu siap melindungi seluruh warga negara Indonesia. TNI mempunyai kemampuan yang sangat tinggi untuk melakukan operasi militer di daerah manapun guna mempertahankan martabat bangsa dan negara Indonesia," jelasnya via pesan singkat dari Singapura, Senin (18/9).

Film digarap mengikuti perkembangan dunia yang diwarnai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri termasuk berkembangnya teroris internasional di luar negeri seperti di Timur tengah, Afrika Utara (Somalia), di Asia pada umumnya serta Asia Tenggara pada khususnya.

Film yang bercerita tentang operasi pembebasan WNI di kapal pesiar yang disandera sekelompok teroris. Pembebasan melibatkan pasukan Kopassus TNI AD, Marinir, Kopaska, Penerbangan TNI AL, KRI Diponegoro, kapal selam KRI Nanggala dari TNI AL, dan skuadron pesawat tempur Sukhoi SU-30 dari TNI AU. Dalam upaya itu, sejumlah alat canggih digunakan.

Dalam proses heroik tersebut, sejumlah prajurit terbaik gugur. Film diakhiri dengan pemakaman prajurit di Makam Pahlawan. Cerita fiksi yang diangkat ke film tersebut dibintangi artis top Indonesia di antaranya Maruli Tampubolon, Prisia Nasution, Ariyo Wahab, Mentari De Marelle, Verdy Bhawanta, Restu Sinaga, Happy Salma dan prajurit TNI. (T/R10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru