Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 25 Oktober 2026
Dari Upacara Peringatan Hari Ibu di Kejatisu

Kekerasan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang Marak

- Selasa, 09 Januari 2018 18:34 WIB
570 view
Kekerasan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang Marak
Medan (SIB) -Dalam rangka peringatan Hari Ibu,Kejatisu dan Kejaksaan  Medan sekitarnya, Jumat( 22/12) lalu mengadakan upacara di halaman belakang Kejatisu Jl Jend AH Nasution(Jl Karya Jasa) Medan Johor, dengan Pembina Upacara Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara(Asdatun) Kejatisu  Munasim SH MH serta sebagai Komandan Upacara  dari wanita,yaitu Jaksa Koordinator  Ayu Agung SH MH.

Demikian diinformasikan Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian SH MH,Selasa(26/12),sembari mengatakan,pada kesempatan itu  Asdatun Kejatisu Munasim, bertindak sebagai pembina upacara membacakan  amanat tertulis dari Menteri Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia dalam amanat yang dibacakan Asdatun Kejatisu antara lain mengatakan, "Perempuan dan laki-laki mempunyai kesempatan,akses serta peluang yang sama sebagai sumberdaya pembangunan.Atas dasar itulah, peringatan Hari Ibu ke-89 tahun 2017  mengambil tema ;"Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya".

Disebutkan,pada intinya  peringatan Hari Ibu yang berlangsung setiap tahunnya bertujuan untuk meningkatkan akses ekonomi bagi perempuan mandiri, sejahtera dan bebas dari kekerasan."Meningkatkan ketahanan keluarga untuk mewujudkan keluarga yang kuat dalam berbagai bidang yaitu kesehatan, ekonomi, pendidikan, kehidupan keluarga, kehidupan bermasyarakat dan kuat dalam menyikapi perbedaan budaya," ujarnya.

Munasim melanjutkan, keterlibatan kaum perempuan dalam pembangunan juga menjadi bagian yang penting dalam rangka penghapusan segala bentuk diskriminasi dan tindak kekerasan lainnya. Serta berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Dikatakan,saat ini sangat marak berbagai persoalan bangsa dan kompleksnya masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Di antaranya, kekerasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO),pornografi,infeksi menular seksual dari HIV/AIDS, narkoba, kriminalitas dan lainnya yang disebabkan karena runtuhnya pondasi ketahanan dalam keluarga.

Untuk itu,peran keluarga dituntut lebih diperkuat  yang dibarengi dengan penanaman nilai-nilai kekeluargaan yang apabila dicermati, telah diwariskan oleh para leluhur kita sejak dahulu kala.Dalam sambutannya,Menteri mengajak semua perempuan   untuk maju terus, mampu menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri serta meningkatkan kualitas dan kapabilitas dirinya. Sehingga mampu bersama kaum laki-laki menjadi kekuatan yang besar dalam pembangunan keluarga, masyarakat dan bangsa. (Rel/BR1/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru