Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Ersada Sembiring Hitskan Gendang Salih La Jegir

- Minggu, 29 Juni 2014 20:03 WIB
1.093 view
Ersada Sembiring Hitskan Gendang Salih La Jegir
Deliserdang (SIB)- Industri kreatif genre musik etnik makin semarak. Tengoklah album Gendang Salih La Jegir.  Album yang berisi nyanyian para artis etnis Karo itu sudah memasuki volume ke-8. “Volume-volume sebelumnya mendapat apresiasai publik. Atas pertimbangan itulah dilanjutkan pembuatan audio visualnya,” ujar penggelut musik etnik Rikwan A Ginting sambil mengatakan meski belum dapat menyamai sejumlah album etnik yang diedar dalam skala nasional tapi geliat musik etnik di daerah masih memberi warna perjalanan industri kreatif Tanah Air. “Minimal idealisme dalam membuat album untuk maksud melestarikan kesenian leluluhur, tersalurkan!”

Dan musisi Ersada Sembiring menjadi bagian dari hitsnya album dalam bentuk VCD produksi Meliase Nusantara Record dengan produser Rikwan Ginting tersebut. “Di album itu ada lagu Tegun Lolo ciptaan Ersada Sembing dengan vokal Morina Br Sembiring. Lagu lain yang diberikannya di album laris ini adalah Nambur-Namburi yang dibawakan Darius Sembiring. Dalam album tercetak ciptaan Jaga Depari, tapi sejatinya ciptaan Ersada Sembiring yang produktif menciptakan lagu bahkan terus berada dalam episode sebelumnya,” ujar Rikwan Ginting di salah satu studi di Jl Flamboyan Raya - Pajak Simpang Melati - Deliserdang tersebut, Sabtu, (28/6).

Gendang Salih La Jegir kali ini lebih semarak dan makin memesona dengan memperkuat ragam musik seperti Mail Bangun di musik tradisi. Disupervisi Darius Sembiring sebagai penanggung jawab lagu, sedikitnya ada enam musisi Karo yang populer saat ini berkontribusi untuk album dimaksud. Selain nama yang disebutkan di atas, ada musisi Datuk Muda Barus yang menciptakan lagu Erlajar Robah yang melantunkan lagu ciptaannya tersebut. Sama halnya Edy Suranta Ginting yang melantunkan lagu ciptaannya sendiri yakni Kam Ateku Jadi.  Pinta Bangun memberi lagu Cirem-Cirem yang dibawakan Rymta BR Ginting. Aris Ginting memberikan lagu Kayat Sirauken yang dibawakan Feber Br Ginting. Asnah Depar (alm) menciptakan lagu Perbarung Lolo yang dibawakan Morina Br Sembiring dan Amiruddin Surbakti memberi lagu Abang Sayang dibawakan Morina dan Feber.

Rikwan Ginting mengatakan, ada upaya melestarikan musik etnik yang idealnya untuk dipahami dan dikenal dengan oleh generasi muda. “Tetapi, agar sampai ke sasaran, penggarapannya disesuaikan dengan selera anak muda saat ini. Unsur pop harus diketengahkan tapi tidak boleh tercerabut dari akar kebudayaan asli yakni kebudayaan Karo,” tandasnya sambil mengatakan dengan cara itu pihaknya ingin memosisikan kesenian leluhur sesuai budaya pop. (r9/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru