Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 11 Oktober 2026

Ketua Parfi Murni Huber-Tobing dan Arni Siringoringo Minta KBRI di Seluruh Dunia Promosi Industri Kreatif

- Rabu, 30 Mei 2018 19:25 WIB
867 view
Ketua Parfi Murni Huber-Tobing dan Arni Siringoringo Minta KBRI di Seluruh Dunia Promosi Industri Kreatif
Murni Huber-Tobing dan Arni Siringoringo
Bangkok (SIB) -Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Sumut Murni Huber-Tobing meminta seluruh Kedutaan Besar Republik Indonesia di luar negeri ikut memromosikan industri kreatif, khususnya yang bermuatan kearifan lokal. Dari Sumut misalnya, banyak mulai dari ulos, alat-alat perkusi etnik yang tak terpisahkan dari perjalanan sejarah kesenian Tapanuli. "Saya sudah minta langsung pada Duta Besar Indonesia di ASEAN untuk memamerkan alat-alat perkusi etnik Batak," ujarnya via jejaring sosial dari Bangkok, Thailand, Senin (28/5).

Perempuan peraih beasiswa broadcast di Jerman itu mengatakan, momen Asian Games adalah saat tertepat memromosikan hal terkait industri etnik Indonesia. "Saya sih berharap, warga Asia tidak hanya tertuju pada kekayaan etnik dari Palembang, Sumatera Selatan dan Jakarta," tulisnya.

Hal serupa diutarakan Ketua Parhobas Tano Batak Nauli (PTBN) Arni Siringoringo. Sebagai pekerja sosial dan penggiat pemberdayaan warga miskin kota, ia ingin keterlibatan orang Indonesia di luar negeri, dalam hal ini KBRI memromosikan hasil industri kreatif etnik. "Sebagai boru Batak, ulos yang dibuat dari tenun dan bahan ramah lingkungan adalah produk unggulan yang tak kalah bersaing dengan industri kreatif negara-negara Asia," ujarnya di Sianipar Ulos Galeri Medan, Sabtu (26/5).

Menurutnya, industri sandang motif ulos dari sesama negara Asia ada tapi ulos khas yang ditenun dengan bahan ramah lingkungan, memiliki filosifi kehidupan Bangso Batak, tidak akan p ernah dikalahkan produk dari luar. "Itu yang perlu dimassakan. Caranya, orang-orang terkait Batak, wajiblah melakukan hal serupa. Seperti menggunakannya tak hanya di acara adat," harap cendikiawan perempuan Katolik tersebut.

Murni Huber-Tobing dan Arni Siringoringo mengatakan, dengan semakin famousnya ulos dalam kehidupan warga modern, secara langsung melestarikan kearifan lokal yang muaranya penguatan ekonomi bagi para pewaris di bona pasogit.

Murni Huber-Tobing bahkan menggali kekayaan leluhur dari puat Batak seperti Karo. Ia mengajak sejumlah penggiat seni etnik seperti Prof Dr Syaad Afiffuddin MSc MEI yang baru kembali dari Eropa, penggiat penggali kuliner khas Karo Artha Ulina Ginting berpromo secara rutin dengna swadaya pribadi.

Saat  Pesta Batak Se-Jerman yang diadakan Sabtu, 18 Juni 2017, Lehmkauthalle, Zingelstrasse 7 - 61279 Gravenwiesbach, Hessen, ia mngirim ulos tenun produk sejumlah pusat pertenunan ke perhelatan yang diadakan Batak Diaspora Deuchsland tersebut.

Dalam upaya mengglobalkan, Murni mengundang penulis asal Thailand, Putri Aba dari Chiang Mai menggali kekayaan etnik Bangso Batak. (T/R10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru