Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026

Pertama dari Asia Tenggara, Pianis Indonesia Dianugerahi Young Steinway Artist di Jerman

- Selasa, 04 September 2018 20:02 WIB
729 view
Pertama dari Asia Tenggara, Pianis Indonesia Dianugerahi Young Steinway Artist di Jerman
Jonathan Kuo
Hamburg (SIB) -Jonathan Kuo dianugerahi Young Steinway Artist di Steinway and Sons Hamburg, Jerman. Penganugerahan karena musisi berusia 16 tahun itu memiliki dedikasi maksimal daam menggali ilmu musik khususnya dari piano. Anugerah itu membuat namanya tercatat sebagai Young Steinway Artist di negara penyatuan Jerman tersebut.

Gelar tersebut merupakan gelar yang diimpikan oleh jutaan pianis di dunia. Jonathan merupakan pianis muda pertama di kawasan Asia Tenggara, yang belum mencapai pendidikan formal di konservatorium music. Hal itu merupakan pencapaian besar, tidak hanya untuk Jonathan dan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia.

Merayakan keberhasilannya, lapor BeritaSatu.com, Senin (3/9), konser recital solo bertajuk Steinway & Sons Present Young Steinway Artist Gala Concert akan digelar di Aula Simfoni Jakarta, Minggu, 7 Oktober. Di pertunjukan itu, Jonathan akan memperlihatkan bagaimana kelincahan jemarinya menari-nari di atas tuts, bersama iringan musik dari kelompok orkestra di bawah pimpinan konduktor, Iswargia R Sudarno.

Pria kelahiran Bandung itu menyebutkan bahwa komposisi piano klasik yang ia mainkan nanti merupakan level tersulit yang pernah ia mainkan. Sebut saja, Piano Concerto No 1 gubahan Tchaikovsky dan Mozart Piano Concerto No. 27. "Bagai makanan, repertoar ini seperti nasi tumpeng. Sejak dulu saya sudah mengagumi Piano Concerto No 1 yang berdurasi sekitar 40 menit, dan kini saya tertantang untuk memainkannya. Ini yang tersulit, karena durasi dan juga kompleksitas nada yang dimainkan," ungkapnya.

Fokus dan terus berlatih tanpa mengeluh dilakukannya setiap hari. Untuk konser ini, Jonathan, berlatih kurang lebih enam sampai delapan jam sehari. "Terkadang selalu berlatih selama berjam-jam membuat badan aku lelah. Namun, selalu ada mama yang mendukung dan memberikan pijitannya. Jadi, ini adalah salah satu dorongan terbesar untuk tetap bersemangat," ungkap pria yang telah mendalami musik klasik sejak usia 7 tahun tersebut. (T/R10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru