Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Umas Happy Happy Lestarikan Warisan Etnik Peringati Valentine’s Day

Redaksi - Selasa, 18 Februari 2020 21:09 WIB
262 view
Umas Happy Happy Lestarikan Warisan Etnik Peringati Valentine’s Day
SIB/Dok
Umas Happy Happy: Gembala Jemaat Umas Happy Happy Pdt Sengki Rahmadi STh, Kabid Bimas Kristen Kanwil Kemenagsu Dr Arnot Napitupulu MPdK, Kasie Rosmina Batubara dan pengerja gereja dalam syukuran terangkai dengan Valentine’s Day di di Nelaya
Medan (SIB)
Pasca berbagi kasih seiring memeriahkan Imlek 2571 Kongzili dengan seni tradisi, keluarga besar jemaat Usia Emas (Umas) Happy Happy merayakan Valentine’s Day di Medan. Peringatan Hari Kasih Sayang tersebut menjadi spesial karena bersamaan dengan syukuran hari ulang tahun (HUT) ke-55 Gembala Jemaat Usia Emas (Umas) Happy Happy Pdt Sengki Rahmadi STh di Nelayan Grand Ballroom Jalan Merak Jingga Medan, Senin (17/2).

Diawali dengan ibadah, dalam syukuran yang dipenuhi para gembala jemaat seperti Kabid Bimas Kristen Kanwil Kemenagsu Dr Arnot Napitupulu MPdK, Kasie Rosmina Batubara, Penyuluh Kemenag Sumut Risma Nadeak dan Dame Siahaan, Lim Vina Julio Sekretaris Gembala Sintia Samosir, Pdp DW Anche Supit, Maya Silitonga, Salmon Manik, Berliana Tampubolon, Pdp Pebri Gunawan, Imelda Tampubolon serta sejumlah eksekutif dari banyak Kakandep Agama kabupaten kota di Sumut serta pengerja gereja. “Syukuran kali ini lebih tepat sebagai kebersamaan kita memuji-Nya. Tapi ciri Umas Happy Happy untuk memberi kebahagiaan lahir dan batin. Kita bernyanyi, berkidung dengan syair memuliakan-Nya. Kita bergerak seperti olahraga tapi juga melestarikan warisan leluhur yakni hal etnik Nusantara,” ujar Pdt Sengki Rahmadi.

Ia mengatakan, 2020 menandai delapan tahun pengembalaannya khusus Umas. “Dengan kuasa-Nya, pada Paskah 2020, semarak etnik lebih ditonjolkan dan kemungkinan diadakan di Gedung Sad Putra Persada Jalan Pancurbatu (depan RSU Dr Pirngadi) Medan,” tambahnya sambil memastikan jika pada Imlek 2571 Kongzili kegiatan dimeriahkan seni etnik dari daerah Toba, Karo, Nias, Mandarin dan Hok Kian maka akan merangkul lebih banyak etnis lainnya.

Pria yang masa mudanya ikut menggeliatkan industri kreatif Tanah Air itu mengaku, membangun jemaat Umas Happy Happy penuh warna. Mulai dari hanya 4 jemaat hingga sekarang ratusan orang. “Belum lagi dikunjungi tamu tak diundang yang membawa hampir seluruh peralatan gereja. Sedih, tapi Tuhan Mahabaik. Semua yang hilang dikembalikan dan dilipat-gandakan,” jelasnya.

Arnot Napitupulu berterima kasih karena apa yang dilakukan Pdt Sengki Rahmadi telah mengambil peran besar pemerintah dalam pembangunan kualitas bangsa, khususnya dalam penebalan iman. “Khusus mengadopsi etnik sebagai pelestari warisan leluhur. Kiranya meningkatkan ketahanan budaya dan menambah geliat industri kreatif,” ujar mantan Kasi Bimas Kristen Kota Pematangsiantar yang mahir berpaduan suara tersebut. (Rel/R10/d)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru