Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Sahabat Mahfud Imbau Milenial dan Gen-Z Budayakan Adu Gagasan

Redaksi - Jumat, 08 Desember 2023 10:52 WIB
316 view
Sahabat Mahfud Imbau Milenial dan Gen-Z Budayakan Adu Gagasan
Foto: Ist/harianSIB.com
Mahfud MD berbincang bersama Koordinator Prof Dr Marihot Manullang.
Medan (SIB)
Sahabat Mahfud Sumut kembali bertemu dengan milenial dan Generasi-Z. Koordinator Prof Dr Marihot Manullang mengimbau generasi muda membudayakan adu gagasan dan mengujinya dengan argumen sehat tanpa maksud menyerang pihak manapun.
Penegasan itu disampaikan pada tur sosialisasi pasangan Ganjra Pranowo - Mahfud MD, Kamis (7/12). Sebelumnya pada Kamis - Sabtu (30 /11 - 2/12) melakukan hal tersebut di Kompleks Tivoli Residence Jalan Titipapan Medan Baru.
“Ada yang sedang viral asam folat versus asam sulfat. Hal (pengucapan) tersebut memang terkait dengan kualitas keilmiahan individu tapi aa hal kemungkian slip on the lip,” ujarnya.
Menurutnya, apa yang disampaikan pihaknya pada generasi muda adalah penerusan hasil pertemuan dan penggojlokan Sahabat Mahfud dari seluruh Indonesia dalam pertemuan dengan Prof Dr Mohammad Mahfud MD SH SU MIP di Jakarta selama sepekan yang berakhir, Rabu (29/11).
“Untuk mempercepat kesejahteraan rakyat dan pengukuhan kualitas sumber daya manusia (SDM), Pak Mahfud punya progam pembangunan dengan konsentrasi di desa,” paparnya. "Satu Desa, 1 Faskes, 1 Nakes," sedang digodog sambil mengatakan yang dimaksudkan dari progam itu setiap desa di Indonesia memiliki fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang siap sedia melayani masyarakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Ia menunjuk satu program insentif bagi kader Posyandu. “Nyatanya milenial menyenangi program tersebut karena masa depan Indonesia dapat diraih gemilang melalui penanganan pembangunan desa," paparnya.
“Saat di Jakarta, Sahabat Mahfud dari Sumut sempat dialog kritis mengenai progam tersebut. Setelah menganalisis, Prof Dr M Manullang dan Muhamad Riau SHR SH MH memberi penguatan untuk siapapun yang hendak mengabdi di desa. “Penumpukan para ahli di kota, dapat menimbulkan kecemburuan yang muaranya partisiapsi pembangunan dari publik menyusut,” tegasnya.
Menurutnya, membudayakan adu gagasan dan menguji dengan adu argumen secara langsung dapat meningkatkan kualitas kecerdasan dan emotional intelligence sebab antara penyuguh ide dengan penelaah, berhadapan langsung.
“Itu adalah akar dari penerapan demokrasi,” tegasnya didampingi sejumlah cendikiawan yang berwadah dalam Sahabat Mahfud. Mulai Muhamad Riau SH MH, Eslo Simnajuntak MPd, Maniur Sirumapea MSi, Haris Tri GUnawan, Januardin Manullang, Agam Sinaga dan Frans Simbolon.
Khusus hal kekinian, menurutnya, Sahabat Mahfud Sumut menelisik perkembangan teknologi digital. Cara menyiasati kemajuan teknologi dan menangkap peluang dengan gelombang shifting economy. “Milenial di Sumut ternyata memahami pergeseran episentrum pertumbuhan ekonomi dan peluang genrenya khususnya pascapandemi,” urainya.
Ia mengurai perekonomian global mengalami perubahan besar. Pusat pertumbuhan tak lagi di Eropa dan Amerika tapi telah bergeser ke Asia. “Untuk itu milenial menyiapkan diri dengan potensi masing-masing berbasis Asia,” tegasnya.
Pihaknya ingin merangkul lebih maksimal kelompok milenial dan Gen-Z yang mendominasi dalam Pemilu 2024.
“Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan harus diselaraskan dengan kepastian hukum. Cawapres Prof Mahfud adalah sosok yang paling kuat dalam penegakan hukum. Itu dibuktikannya hingga kini. Baik dalam kapasitas sebagai Menkopolhuk HAM maupun sebagai akademisi,” jelas Prof M Manullang tentang pria kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957 tersebut.
Di pertemuan itu, Sahabat Mahfud mendapat tanggapan kritis dari milenial. Mulai dari visi-misi yang dinilai ambisius hingga penerapannya nantinya. “Jangan ragukan komitmen pasangan Ganjar - Mahfud yang terlihat dari track record keduanya,” tutupnya. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru