Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Artificial Intelligence Pangkas Kesempatan Kerja, tapi SDM Unggul Tetap Menangi Persaingan

Redaksi - Jumat, 22 Desember 2023 10:16 WIB
253 view
Artificial Intelligence Pangkas Kesempatan Kerja, tapi SDM Unggul Tetap Menangi Persaingan
(Foto: Dok/YouTube Unika St Thomas Medan)
Artificial Intelligence: Prof Dr Maidin Gultom (kiri) di Medan, Rabu (20/12) menegaskan mengenai artificial intelligence. Di foto bersama Sesilia Monika br Tambunan SPd (tengah) yang diapit orangtuanya usai menerima penghargaan. 
Medan (SIB)
Pengadopsian artificial intelligence (AI) di sejumlah kehidupan bangsa bakal memangkas kesempatan kerja yang muaranya “menutup” kebijakan padat karya. Meski demikian, dalam pengelolaan AI tetap memerlukan sumber daya manusia (SDM) unggul. SDM unggul yang akan memenangi persaingan.
Demikian diutarakan Prof Dr Maidin Gultom di Medan, Rabu (20/12). Menurutnya, AI sebagai bagian dari perkembangan teknologi informasi, tak bisa dihindari apalagi dicegah.
“Persaingan di era ini perlu dibarengi dengan penguatan SDM misalnya dalam memanfaatkan mahadata yang menjadi komponen utama kecerdasan buatan tersebut. AI itu bagian dari penciptaan teknologi yang diproduksi untuk memudahkan aktivitas manusia,” tegasnya usai memberi penghargaan kepada Sesilia Monika br Tambunan SPd yang meraih predikat alumnus terbaik Unika St Thomas Medan.
Putri pasangan Fidelis Tambunan - Belila Ririsma Pospos kelahiran Diski, 11 Agusutus 2001 itu memilih pendidikan keguruan yang dengan harapan dapat membimbing generasi muda memiliki SDM mumpuni.
Prof Maidin Gultom memastikan, cepat atau lambat Indonesia akan mengadopsi AI. Apalagi, lanjutnya, memerhatikan keberagaman demografi, geografis dan sosial budaya di mana Indonesia terkategorikan sebagai bagian integral kemajuan teknologi tersebut.
“Mengacu pada AI, Indonesia butuh kecerdasan buatan tersebut untuk memercepat upaya menyejahterakan rakyat belum semua kekayaan data,” tegas Rektor Unika Santo Thomas Medan seusia mewisuda hampir seribu sarjana dan pasca sarjana.
Menurutnya, ada pihak yang mengkhawatirkan keberadaan AI sebab dapat memengaruhi SDM tapi seyogianya SDM akan makin unggul jika diberikan skill baru yang tidak bisa digantikan dengan mesin. “Itulah, AI memungkinkan memiliki potensi untuk mengubah cara kerja dan mempengaruhi pekerjaan manusia, namun tidak mengancam SDM bila terus diberi skill baru.
Pria kelahiran Tapanuli Utara, 4 Agustus 1966, alumnus Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang dan Doktor Ilmu Hukum Unpar Bandung itu mengatakan, AI dapat mengotomatisasi tugas-tugas rutin dan repetitif, yang pada gilirannya dapat mengurangi permintaan akan pekerjaan semacam itu.
“Tetapi tidak akan menutup peluang kesempatan kerja dengan SDM unggul. Itulah sebabnya di Unika St Thomas Medan penekanan pada karakter dan mental sebagai dasar dari penempaan SDM unggul,” tegasnya.
Menurutnya, dengan SDM unggul yang terpastikan kualitasnya, Indonesia Maju 2045 yang menjadi cita-cita besar dapat teraih. Alasannya, syarat ke posisi Indonesia Maju adalah keberhasilan pembangunan SDM yang unggul dan berkualitas yang dengan posisi itu otomatis tercipta lapangan kerja.
“SDM unggul adalah basis utama kreativitas yang muaranya membuka peluang lebar tentang kebutuhan kesempatan kerja,” tegasnya. “Dengan SDM unggul maka kesempatan kreativitas angkatan kerja produktif sebanyak 140 juta jiwa dapat diatasi. Pembinaan dan pencetakan SDM unggul menjadi basis pembinaan dan penempaan di Unika St Thomas Medan,” tuutpnya. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru