Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Syair Kehidupan Christmas Miracle Rahulina br Barus

Redaksi - Minggu, 24 Desember 2023 09:56 WIB
438 view
Syair Kehidupan Christmas Miracle Rahulina br Barus
Foto: Ist/harianSIB.com
Rahulina br Barus 
Sungai Buaya (SIB)
Tiap memeringati hari kelahiran-Nya, Rahulina br Barus merasa lahir kembali. Setiap kali itu pula ia merasakan betapa dahsyatnya karunia-Nya pada pribadi yang berpengaruh sangat hebat pada orang-orang terkasihnya. “Untuk tahun depan, doa saya adalah dapat tambahan cucu.
Selanjutnya, saya ingin berada di pelaminan bersama para cucu bila nanti mereka menikah,” ujarnya saat mendampingi putranya Robert Sopan Faisal Sipayung konsultasi dengan dr Risman Kaban SpOG di Kompleks Citra Garden Medan, Kamis (21/12). “Bila nanti doaku dijawab-Nya, itu pasti mujizat lanjutan pemberian-Nya,” tambahnya.
Mendapat mujizat itu, ia ingin setiap orang semakin percaya pada-Nya melalui Yesus Kristus. Sebab, lanjutnya, hanya Yesus jalan dan kebenaran dan hidup serta tak ada seorangpun yang datang kepada Bapa di surga tanpa melaluiNya. “Itu ada di Alkitab, Yohanes 14: 6,“ katanya. “Dan semua doaku, selalu dijawab-Nya sesuai waktu-Nya bukan waktunya manusia,” simpulnya.
***
Rahulina br Barus terlahir dari pasangan Kosman Barus - Kiyan br Purba yang mendidik anak superkeras untuk urusan religi dan karakter. Dari orangtuanya itu ia memahami kuasa-Nya yang tak terbatas.
Meski demikian, ketika memasuki remaja dan diketahui orangtuanya gadisnya sudah mengenal pria, ia diberi kebebasan memilih siapa saja untuk jadi pendamping hidup. “Tetapi orangtuaku menggariskan, bila dapat suami tidak seiman, nanti setelah kehidupan di dunia, tidak dapat berjumpa dengan mereka,” kenangnya.
Pilihannya memang seturut dengan ‘selera’ orangtuanya. Tetapi, status sosial pria idamannya, tidak sefrekuensi dengan keinginan banyak pihak. Disebabkan pilihan itu, ia dilecehkan. “Kok kenapa saya memilih pria yang tak sarjana. Soalnya, aku kan sedang studi menjadi guru. Aku sedih tapi tak mau berontak. Aku hanya minta, nanti setelah berkeluarga, kita lanjutkan kuliah. Biar sarjana,” kenangnya.
Awalnya sih ingin jadi perawat, tapi karena keuangan kelaurga terbatas, ya... jadi pendidik pun okelah. Apalagi ketika seleksi, ia satu-satunya yang lulus dari 31 peserta.
Saat menyandang stasus sebagai Nyonya Makmur Sipayung, ia membujuk suaminya merealisir kesepakatan untuk kuliah. Soal biaya, dipala-palakan dari gajinya sebagai guru di SD 101991 Bangun Purba-DS.
“Tetapi memang hidupku penuh mujizat. Suami mau kuliah. Padahal, begitu menderitanya dia untuk studi. Tiap hari 24 kilometer jalan kaki. Yang jadi soal, jika pulang kuliah. Sampai di rumah sudah dini hari. Tapi aku menyukurinya. Buktinya aku kuat menunggu. Bila suami pulang dan sudah ke rumah, barulah kami makan malam bersama,” kenangya. “Pernah suami patah semangat. Tiga kalilah ia melempar buku-buku kuliahnya sebagai keinginan berhenti. Tapi aku terus membujuk dan menguatkan,” tegasnya.
Menjalani sebagai suri rumah tangga, mujizat terus datang. Anak-anak karunia-Nya sehat-sehat. Kariernya sebagai guru terus meningkat hingga menjadi kepala sekolah. Suatu kali, cobaan datang. Putranya, Robert Sopan Faisal mengalami insiden. Koma sampai tiga bulan.
Oleh dokter divonis, jikapun sembuh nanti ada gangguan dari sisi kejiwaan. “Aku sedih, tapi aku berdoa sesuai keyakinanku. ‘Tuhan, sembuhkan anakku tapi harus normal. Tuhan yakinkan dokter anakku, bahwa anakku akan normal seperti karunia-Mu’. Itulah permintaanku,” sebutnya.
Doanya itu dijawab-Nya. “Sudah kuaminkan, tak ada yang mustahil dari-Nya. Lalu, kenapa manusia masih ragu pada Yesus Kristus,” sebutnya.
Meski sibuk sesibuk-sibuknya, untuk urusan-Nya tak pernah ditinggalkannya. Ia makin aktif di GKPS. “Kepercayaan itu tak semata warisan orangtua, tapi bermakna bagi kehidupanku,” ujarnya.
Dari aktivitasnya di kegerejaan membuatnya melanglang ke sejumlah sudut di Nusantara bahkan sampai ke luar negeri. Aktivitas memuliakan-Nya justru makin sempurna ketika purnabakti.
Meski sudah pensiun, Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup masih memberi penghargaan atas prestasi yang selama ini diukirnya. “Bupati Deliserdang yang minta pada saya untuk menerima penghargaan tersebut sebab, menurutnya, sayalah yang pantas,” ingatnya.
Untuk Natal kali ini, doanya masih sama, dapat tambahan cucu di 2024. “Sebab janji-Nya seperti fajar pagi hari,” tutpnya. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru