Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

BigBox, Fitur Social Media Analytics Indonesia Membantu BPOM

Redaksi - Jumat, 12 Januari 2024 10:43 WIB
240 view
BigBox, Fitur Social Media Analytics Indonesia Membantu BPOM
(Foto: Dok Aditya Pramudya)
Dokumen Instalasi: Dokumen instalasi, UAT dan lisensi Big Data Platform BigBox, diterima oleh Head of Drugs BPOM, Arlinda Wibia
Jakarta (SIB)
BigBox membangun manajemen data analitik secara end-to-end di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Produk Leap-Telkom Digital (Leap) itu membantu BPOM mendokumentasikan proyek-proyek pekerjaannya secara efisien.
BigBox juga meningkatkan pemantauan media sosial yang memungkinkan BPOM untuk dengan mudah mengawasi obat dan makanan yang beredar di media sosial.
EVP Digital Business and Technology Telkom, Komang Budi Aryasa, Rabu (10/1), di Jakarta, mengatakan pihaknya meyakini bahwa data merupakan aset berharga yang dapat memberikan wawasan mendalam, menyelesaikan permasalahan dan menciptakan nilai nyata bagi bisnis dan organisasi.
“Dengan BigBox, kami mengundang banyak perusahaan dan instansi untuk menjelajahi potensi penuh dari data yang dimiliki, memberikan keunggulan kompetitif melalui pengambilan keputusan yang cerdas, dan inovasi berbasis data,” kata EVP Digital Business and Technology Telkom, Komang Budi Aryasa, Rabu (10/1/2024).
Sebelum menggunakan BigBox, BPOM sering mengalami kendala ketika membutuhkan dashboard yang menggabungkan beberapa sumber data.
Dengan adanya BigBox, seluruh data BPOM dari 44 sumber data dan aplikasi dapat dikelola dengan lebih mudah, karena semua proyek terdokumentasi secara rapi dalam satu sumber.
Fitur Social Media Analytics yang dimiliki BigBox memungkinkan BPOM dengan cepat dan mudah memantau produk serta perusahaan obat dan makanan melalui media sosial dan berita yang beredar.
BPOM dapat mengetahui isu-isu yang sedang berkembang dan dibicarakan oleh masyarakat di media sosial.
BPOM menyadari bahwa data telah menjadi aset penting dan menduduki posisi yang krusial dalam pengambilan keputusan operasionalnya.
Pengelolaan data yang dilakukan oleh BigBox memberikan solusi bagi BPOM, menjawab tantangan agar tugas yang dijalankan semakin efektif dan efisien.
Melalui BigBox, BPOM mampu mengelola data dengan lebih baik, sehingga pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan semakin optimal.
Chief Executive Officer BigBox, Muhammad Sigit Pramudya, mengatakanBigBox memberikan solusi end-to-end untuk manajemen data dan platform analitik yang revolusioner bagi BPOM yang menggoblal.
“Melalui fitur Social Media Analytics dari BigBox, BPOM dapat lebih cepat mengetahui ketika ada obat dan makanan terlarang yang beredar di masyarakat. Wawasan ini memudahkan BPOM dalam mengambil keputusan lanjutan terkait pelanggaran yang muncul,” ungkap Sigit.
BigBox menjawab tantangan di era digital, di mana data menjadi aset yang perlu dijaga dan dikelola dengan baik serta mudah diakses.
Pertumbuhan proyek yang ditangani oleh BigBox mencapai lebih dari 200 persen hingga tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2021, menunjukkan konsistensi BigBox dalam memberikan layanan terbaik dan meningkatnya kepercayaan pada platform ini. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru