Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Seni Etnik Religi Nan Unik Warga Flobamora

Redaksi - Minggu, 14 Januari 2024 19:36 WIB
414 view
Seni Etnik Religi Nan Unik Warga Flobamora
(Foto: Dok IKBF)
Busana Adat Flobamora: Tokoh masyarakat NTT yang ada di Medan dengan  busana adat bersama tokoh masyarakat asal Rute N
Medan (SIB)
Warga Nusa Tenggara Timur yang bermukim di Sumut dan sebagian Aceh, Sabtu (13/1), menampilkan sejumlah seni etnik religi nan unik. Setelah ibadah Natal dan Syukuran Tahun Baru dituntaskan, digelar hiburan bersama.
Satu di antaranya Ja’i. Tarian ini menjadi sangat populer ketika Presiden Joko Widodo mengunjungi NTT pada Selasa, 5 Desember 2023.
Bersama warga di lapangan, mantan Gubernur Jakarta itu ikut berjoget. “Itu tarian khas kami, warga NTT. Tapi tarian itu dari Suku Ngada,” cerita Dr Adolfina Koamesakh MH MTh. Cendikiawan Kristen Indonesia yang pernah bicara Pancasila di Yunani itu larut bahagia bersama ratusan warga menari Ja'i.
Sebelumnya, di tempat yang sama, Ps RP Antimus Melvianus Mali CMF, membuka nostalgia warga NTT dengan cerita sedetail mungkin masa-masa indah di kampung halaman. “Tetapi kita dipersatukan dalam ikatan kasih dalam memeringati kelahiran Yesus Kristus,” jelasnya sambil mengurai tema Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejarah di Bumi (Luk 2:14) serta subtema Melalui Perayaan Natal dan Tahun Baru IKBF SuMut Mampu Membawa Damai Sejahtera di Tengah-tengah Keluarga, Masyarakat, Bangsa dan Negara.
“Perayaan Natal ini mengingatkan akan kampung halaman Flobamora tercinta; mengingatkan kita akan pengalaman Natal bersama keluarga dan sanak saudara di pedalaman bumi Flobamora.”
Warga berasal dari Timor, tentu merindukan wangi Cendana, jagung Bose dan daging se'i. Merindukan tarian Tebe-tebe, Likurai dan Bonet. “Tadi tarian tersebut dipergelarkan. Kita joget bersama,” sebut Ev Jandri Laning STh.
Ps RP Antimus Melvianus Mali CMF melanjutkan, warga yang berasal dari Sumba merindukan Padang Savana dan hentakan kaki kuda Sandelwud di atasnya. “Yang dari Flores merindukan Tarian Ja'i, Tarian Caci, Tarian Rokotenda dan Tarian Gawi. Kita pun merindukan gurihnya jagung titi, renong dan kompiang,” urainya.
Kuliner khas tersebut dihidangkan dalam acara dan dinikmati bersama. “Yang dari Alor merindukan lezatnya buah kenari. Yang dari Rote merindukan topi adat Ti'i Langga dengan Tarian Foto yang atraktif dan energik. Yang dari Sabu Raijua merindukan minuman tuak dari Ama Sabu. Yang dari Lembata dan sekitarnya merindukan lezatnya daging ikan paus sebagai hasil buruan mereka,” tambah sang imam yang mendapat sambutan meriah dari warga yang memenuhi ruangan.
Keceriaan pun dirasakan semua yang terlibat dalam seni etnik asal NTT. Mulai Ja’i yang bergenre riang hingga gerak tari “Senggol Dong, Goyang Ja’i” yang sedang tren dan lebih dinamis.
Ketua IKBF Alexandaer Laurentius DaCosta optimistis, dengan keajaiban Natal maka upaya merujudkan Bae Sonde Bae Flobamora Lebe Baik terwujud semaksimalnya. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru