Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Kontemplasi 2024 Squad Cendikia dan Para Pengidung Religi

Redaksi - Sabtu, 20 Januari 2024 19:27 WIB
329 view
Kontemplasi 2024 Squad Cendikia dan Para Pengidung Religi
(Foto: Dok Pdt Rosiany Hutagalung)
Squad Cendikia - Pengidung Religi: Sejumlah personel Squad Cendikia bersama pengidung religi ikut bernyanyi dalam Ibadah Syukur
Medan (SIB)
Puluhan cendikiawan Kristen yang berwadah dalam Squad Cendikia, Jumat (19/1), mengadakan Ibadah Syukuran Tahun Baru dengan tuan rumah Jhon Eron Lumban Gaol SE di kediaman politisi senior yang asri di utara Medan. Di kegiatan untuk kangen-kangenan dan bertopang tangan dalam memasuki 2024 itu hadir sejumlah pengidung religi.
Jhon Eron Lumban Gaol dalam kontemplasinya meminta seluruh warga dunia, khususnya Indonesia, teristimewa umat yang percaya pada-Nya, spesial yang hadir di kegiatan itu memupuk persaudaraan.
“Kita memasuki mada pesta demokrasi tapi tak ada alasan untuk bersedih apalagi sampai tidak sejalan karena beda pilihan. Yesus Kristus yang saya akui sebagai Tuhan, tidak menghendaki perpecahan tapi perbedaan adalah keniscayaan,” tegasnya.
“Sejumlah tsunami politik, biarkan beriak dan berjalan karena pada satu titik akan kembali tenang. Tetapi sebagai manusia yang beragama, tidak diizinkan-Nya untuk bergejolak sebab kasih-Nya telah memenangkan manusia dari dosa,” tutup politisi senior tersebut.
Pdt Steven Kumenit dalam khotbahnya menekankan hal serupa. “Persaudaraan adalah keharusan. Perbedaan pendapat suatu hal biasa tapi tetap bergandeng tangan dalaqm kasih-Nya,” tegas pendeta yang populer di kalangan anak muda tersebut.
Ia sangat mengapresiasi kekompakan Squad Cendikia yang tiap bulan bertemu, berdoa dan mengeklaim ‘pembubaran panitia’ termasuk syukuran Panitia peresmian Christian Centre. “Kita menunggu pembubaran panitianya, Pak Eron,” urainya dengan gaya guyon.
Usai ibadah dan acara utama, silaturahim dengan ragam cerita dan musik yang diikuti para pengidung religi.
Kegiatan diikuti Pdt Dr Rosiany Hutagalung SP MTh, Pdt Dr Tiopan tampubolon SP MTh, Pdt Ruth Imelda Bakkara, cendikiawan perempuan Kristen Dr Adolfina Elisabeth Koamesakh MH MTh, Raymond Jeffry Bertrand Porie, Inong Hanna Simbolon.
Tokoh-tokoh senior bangsa dan aktivis Eksponen 1966 seperti Dr Edward Hutabarat, Washington Tambun, Farida Kalsum Marpaung, kesatria kempo dan tokoh pemuda Ronald Naibaho ST MSi dan Lasni Sitorus yang Sekretaris FKI Sumut.
Hadir juga aktivis, konseptor olahragawan senior Indonesia Hotlan Sibarani yang pengusaha pengangkutan umum Bintang Utara, keluarga pejuang Gereja Pentakosta Pdt Ev Lukas Siburian. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru