Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Senandung MemuliakanNya dari Arjuna dan Abraham

- Sabtu, 20 Desember 2014 15:31 WIB
403 view
 Senandung MemuliakanNya dari Arjuna dan Abraham
Abraham Partogi Silalahi in action di pentas konser dan (inzert) Arjuna Ventri Manurung.
Medan (SIB)- Pada Perayaan Natal Kantor Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wilayah Medan, Kamis (18/12), ada banyak cewek manis dan cowok macho. Dua di antaranya adalah Arjuna Ventri Manurung dan Abraham Partogi Silalahi. Di acara dengan pengkhotbah Bishop Darwis Manurung STh MPsi tersebut keduanya tidak berperan maksimal. Hanya duduk manis mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir.

Di luar dari ritual dengan ketua panitia Pdt Binran Sipayung tersebut, Arjuna dan Abraham mengukir prestasi dalam lingkup untuk memuliakanNya. Keduanya sama-sama memfokuskan hidup di jalanNya. “Meski remaja adalah dunia yang cenderung hura-hura dalam ukuran usia, tapi jangan melebihi seperti kehidupan dewasa ini,” ujar Arjuna, otokritik terhadap dirinya sendiri.

Cowok drumer itu juga menyediakan waktunya untuk memuliakanNya. Selain di rumah, ya itu tadi... menjadi salah seorang personel artis altar di lingkungan GMI. “Sejak kecil. Ketika sudah mampu bermusik, langsung bermain di altar,” tandas pria yang menyukai lagu Sorak Sorai untuk menyemangati langkahnya di dunia perkusi.

Sama halnya dengan Abraham, putra semata wayang pasangan Drs Naurat Silalahi - Verolina Sintauli Simanjuntak. Melalui ragam keahliannya, Abraham memberi yang terbaik. Misalnya, kemahirannya bergitar klasik, total  untuk memuliakanNya.

Pria kelahiran Medan, 20 April 2000 itu sejak SMP sudah diarahkan untuk tetap berada di jalurNya, meski untuk bersenandung. Bahkan dalam lingkungan sekuler, cowok yang  menimba ilmu di PKMI - 1 Medan itu tetap memilih lagu yang bersentuhan denganNya. Itulah sebabnya Abraham menyenangi lagu You Raise Me Up. Dendangan bercorak klasik dari Josh Groban itu pun menginspirasinya untuk mengembangkan turunan jenis seni, seperti berpuisi bahkan menciptakan lirik lagu.

Larik yang mengalir dan diciptakan Abraham sangat indah, jika diukur dari usianya. Tetapi, mungkin semua itu karena titisan keahlian papanya yang kolumnis handal di Indonesia. Dulunya, Naurat Silalahi adalah penulis aktif di Hr ‘SIB’. Bagi Abraham, semua lagu yang dilafalkan, apalagi sampai difavoritkan, menjadi inspirasi tersendiri. Seperti lagu Bukan Dengan Kekuatanku yang membuatnya tersadar sebagai manusia harus tunduk dan bertuhankan padaNya.

Memedomi prinsip tersebut membuat Abraham kerap tampil  sebagai pemenang dalam urusan duniawi. Contohnya ketika ikut dalam tim studi banding ke Thailand bersama rekan sekolahnya. Di lingkungan komunitas penganut Buddha, Abraham tetap menunjukkan kualitas keimanannya. (r9/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru