Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Pembajakan pun Terjadi di Lagu Etnik

- Sabtu, 29 Maret 2014 18:39 WIB
956 view
Pembajakan pun Terjadi di Lagu Etnik
Medan (SIB)- Industri kreatif di Indonesia, hampir tamat. Saat ini, “boleh dikatakan mati suri. Menjual album sampai angka 15.000 saja, sudah hebat lho,” cerita Viky Sianipar, usai menggelar flashmop saat peresmian Kuala Namu Internasional Airport, Kamis (27/4). Hal serupa pun dikatakan personel Marsada Band, di saat checksound di Copa Cabana Live Music Jl Hayam Wuruk Medan. “Industri pop kreatif untuk etnik, lebih bergantung pada apresiasi publik dan lokasi pertunjukan,” tambah Marlundu Situmorang. Personel Marsada Band itu didampingi anggota lainnya yakni Monang Sidabutar, Jannen Sigalingging, Kalous Sidabutar, Pardi Sidabutar, Lundu Sidabutar dan Hobbi Sinaga.

Memahami posisi sulit seperti itu, event organizer sejumlah pementasan khusus lagu etnik M Hasioland Hutabarat, menegaskan komitmennya untuk lebih memberi ruang dan waktu bagi pementasan grup etnik, artis yang fokus membawakan lagu etnik. “Ini juga bentuk dari penghargaan,” tandasnya sambil menunjuk penampilan Marsada Band pada hari ini, Sabtu, (29/3), di lokasi rumah hiburan yang terintegrasi dengan rumah musik personel, karaoke dan lainnya.

Mencari jalan ke luar akan praktik bajakan tersebut, Marsada  Band memastikan harus sering tampil dengan publiknya. “Sama seperti band yang punya kualifikasi istimewa, Marsada Band menegaskan tentang komitmen ciri khas etniknya guna survive dan tetap diterima publik,” tandas Lundu Sidabutar.

Menurut Marsada Band, komunitas penyuka lagu etnik sudah tercipta. Dengan memperhatikan hal tersebut maka harus dibuka kesempatan yang luas agar audiens punya kesempatan yang banyak menyaksikan tampilnya band atau artis etnik. Sama halnya dengan pertunjukan kali ini.  “Konser nostalgia itu untuk memenuhi permintaan fans fanatik Marsada Band. Konsepnya melibatkan lebih banyak pengunjung untuk meminta dilantunkan lagu atau nyayi ke atas pentas!”

Di bursa lagu etnik, kelompok yang menyohorkan lagu Maria itu memiliki sejumlah lagu hits, baik lagu ciptaan orisinal, adaptasi maupun lagu-lagu rakyat yang sudah terkenal di publik. Lagu-lagu tersebut di antaranya Boasa Ma yang riang termasuk Molo Huingot dan Marmasak Sandiri. Dendangan yang juga populer termasuk Unang Pola Sukkun Bulan. Lagu-lagu yang sudah populer namun dibawakan Marsada Band pun berasa nikmat seperti Rosita dan Baringin Saba Tonga termasuk Marsittogol yang riang. Bahkan lagu yang masih kental orisinalitas musikalitas seperti Siutur Sanggu. Unang Pola Sukkun Bulan.

Marsada Band memastikan, ciri khas dari kelompok yang berasal dari Samosir itu tetap akan dimaksimalkan meski tak menutup kemungkinan mengadopsi masuknya alat perkusi global. (r9/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru