Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Jacqline Cellose, Gaby Idol dan Karen Hibur KKR Gratis di Medan

- Selasa, 01 April 2014 13:35 WIB
2.233 view
 Jacqline Cellose, Gaby Idol dan Karen Hibur KKR Gratis di Medan
Jacqline Cellose
Jakarta (SIB)- Sedikitnya tiga artis populer Indonesia mengisi hiburan gratis dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Transformasi Bangsa, Jumat (4/4) di Pardede Hall Medan, dimulai pukul 1830. Ketiga artis itu adalah Jacqline Cellose, Gaby Idol dan Karen hibur KKR Gratis di Medan.

"Perlu ditegaskan, meskipun dihibur artis papan atas Indonesia, kegiatan gratis dan terbuka untuk umum," tandas Ketua Panitia KKR Transformasi Bangsa Pdt Dr Paul F Wakkary, didampingi sekretaris panitia Jhonny Silaban, Ps Donny Wakkary, PS Marlin Hutajulu, Moody Tambueun, Ps H Siregar, Ida Nora Nasution, Pdt Radju dan Ps J Nainggolan. "Pembicara utama dalam kegiatan adalah Pdt DR Jacob Nahuway MA dan tuan rumah kegiatan adalah PGPI Sumut," tandas Pdt Paul Wakkary.

Akan halnya para artis, khususnya Jacqlien Celosse, penyanyi yang 4 tahun menderita penyakit aneh dan tersembuhkan dengan keimanan. “Tuhan Yesus itu baik. Bukan karena Dia adalah penyembuh, tetapi karena Dia memang baik,” ucap Jacqline Cellose. Penyakit aneh itu sempat menyebabkan imun tubuhnya menyerang tubuhnya sendiri. Di tubuhnya ada 15 benjolan.

Masa ketika dia sakit, bukan masa yang mudah dilalui olehnya. Bukan hanya rasa sakit yang menyiksa ketika sakitnya kambuh, namun juga tekanan batin yang harus dia alami. Ada orang-orang yang meminta bantuan dana untuk pengobatannya, tetapi dananya tidak pernah diberikan kepadanya. Ada yang mencibirnya “Kok, Hamba Tuhan minta-minta sumbangan”, padahal dia sama sekali tidak meminta. Belum lagi suaminya yang adalah seorang hamba Tuhan full time juga kena imbasnya. Ada gereja yang mencibir “istrinya sendiri tidak dapat disembuhkan, bagaimana dia bisa mendoakan orang lain?”

Ada masa-masa yang panjang, dimana rasanya ketika dia berteriak kepada Tuhan, namun rasanya tak ada jawaban. Dia terus berteriak, siang dan malam. Dia mengatakan, dia seperti pengemis buta yang terus berteriak “Yesus anak Daud, kasihanilah aku!” Dirinya hanya berharap, Tuhan mau berhenti dan melihat dirinya. Ada saatnya rasanya mau give up, sudah tidak tahan lagi. Ada saatnya kadang bertanya “Tuhan apakah Engkau mengasihi aku?” Namun kemudian dia menangis meminta ampun karena meragukan Tuhan.

Ada saatnya dia hanya dapat mengangkat tangannya kepada Tuhan di atas pembaringan dan mengatakan  “Aku menyembah-Mu Tuhan, bukan karena Engkau adalah penyembuh, tetapi karena Engkau memang layak untuk disembah.”  Pada saat itu dia masih terbaring sakit. (t/r9/q)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru