Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Sikat Koruptor, Gita Usul Penyidik KPK Ditambah Jadi 4.500 Orang

- Jumat, 17 Januari 2014 17:49 WIB
520 view
Sikat Koruptor, Gita Usul Penyidik KPK Ditambah Jadi 4.500 Orang
Ambon (SIB)- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan membicarakan banyak hal pada ratusan mahasiswa di Universitas Patimura Ambon provinsi Maluku. Salah satunya adalah masalah korupsi. Masalah korupsi kini menjadi sorotan persoalan negara Indonesia. Untuk memberantas korupsi, Gita punya jalan keluar yaitu dengan meningkatkan jumlah penyidik KPK.

Kondisi sekarang, jumlah penyidik KPK yang ada hanya sebanyak 100 orang. Jumlah ini sangat kecil terutama bila dibandingkan dengan jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang mencapai 4,5 juta orang. PNS acap kali sering melakukan tindakan korupsi di Indonesia.

"Tinggal siapa nanti yang menjadi pemimpin. Saya kira usulan saya adalah naikan saja jumlah penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menjadi 4.500 penyidik. Kalau begitu berarti perbandingannya 1:1.000 kita punya harapan untuk menyelesaikan korupsi dan pemerataan akan tercapai," ungkap Gita di Universitas Patimura Ambon, Kamis (16/1).

Bagi Gita, penambahan jumlah personel penyidik penting untuk memberantas korupsi dengan cara yang tepat. Gita mencontohkan Hong Kong saja dengan jumlah personel penyidik yang cukup banyak baru bisa mengurangi jumlah praktik korupsi selama 30 tahun.

"Nggak ada alasan untuk memikirkan bisa yang muda. Saya setuju tentang pemerataan. Tujuan utama kita adalah pemerataan, bagaimana menuju ke sana? Dengan memberantas korupsi dan peningkatan SDM. Buktinya ada KPK, penyidik mereka ada 100 orang, PNS ada 4,5 juta, 1 penyidik harus menyidik 45.000 PNS. Di Hongkong 1:200. Hongkong butuh waktu 30 tahun untuk memberantas korupsi. Ini matematis," tuturnya.

Untuk itu baginya dibutuhkan calon pemimpin yang tegas yang bisa menghidupkan peran KPK. Entah promosi atau tidak, Gita menyarankan agar para pemilih pemula tidak melakukan golput.

"Golput yang lalu 37%, kenapa karena mereka apatis mereka sinis dan nggak percaya kepada petinggi negara yang korup dan tidak melihat aspirasi rakyat. Saya percaya pemimpin ke depan harus muda supaya nyambung dengan adek-adek itulah alasan saya ikut konvensi. Jadi jangan sampai golput. Kita harus ambil sikap jangan smpai golput. Bukan semata di tahun 2014," cetus Gita. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru