Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026

Dinilai Menghina Profesi Perawat, PPNI Somasi Pemilik Akun Tiktok Ratu Entok

Redaksi - Rabu, 21 April 2021 16:13 WIB
1.324 view
Dinilai Menghina Profesi Perawat, PPNI Somasi Pemilik Akun Tiktok Ratu Entok
SOMASI: Tanda terima surat somasi dari Wakil Ketua Bidang Hukum DPW PPNI Sumut Cecep Triwibowo SKep Ners MSc ke staf Ratu Entok di Jalan Ramelan Raya, Pasar 2 Barat, Belawan Medan, Selasa (20/4/
Medan, (harianSIB.com) -Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Sumatera Utara (DPW PPNI Sumut) mengirimkan somasi kepada pemilik akun Tiktok @ratu_entok2 Irfan Satria Putra, karena menilai postingan Ratu Entok menghina profesi perawat.

Ketua DPW PPNI Sumut Mahsur Al Hazkiyani mengatakan pihaknya melayangkan somasi pada Selasa, 20 April 2021, karena Ratu Entok dianggap melecehkan profesi perawat,

"Somasi tersebut dilayangkan Badan Bantuan Hukum PPNI. Karena keberatan dengan pernyataan yang bersangkutan, karena perawat disamakan dengan tong sampah," kata Mahsur kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).

Mahsur kemudian membantah pernyataan Ratu Entok yang menyebut perawat membedakan pasien yang menggunakan kartu BPJS. "Perawat memang disumpah tidak membeda-bedakan suku, agama, ras. Itu bagian dari kode etik perawat," sambungnya.

Ia mengatakan isi somasi, berdasarkan perkataan melalui konten pada media Tiktok dengan aku @ratu_entok2 tersebut dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap profesi perawat Indonesia.

"Dan kami anggap perbuatan saudara memenuhi sebagaimana dimaksud ketentuan pasal 27 ayat 3, jo pasal 28 ayat 2, jo pasal 45A ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau perbuatan saudara memenuhi unsur pasal 310 ayat 1 Kitab UU Hukum Pidana (KUHP)," bebernya.

Pengurus yang menyampaikan surat somasi ke Jalan Ramelan Raya, Pasar 2 Barat, Belawan Medan yaitu Mahsur Al Hazkiyani didampingi Wakil Ketua Bidang Hukum DPW PPNI Sumut Cecep Triwibowo SKep Ners MSc, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan DPW PPNI Sumut Dina Yusdiana Dalimunthe SKep MKes, Wakil Sekretaris DPW PPNI Sumut Suheri SKep Ners.

Seperti diketahui dalam postingannya, Selasa (20/4/2021), Ratu Entok menyinggung adanya perawat yang dipukul seorang pria. Dia tidak menyebutkan di mana peristiwa itu, tapi dia mengatakan peristiwa tersebut terjadi karena si pria marah infus anaknya yang dirawat lepas.

"Nggak tahulah ya mungkin bapak itu sangat sayang sama anaknya, ya namanya kita lagi kondisi sakit, infus putus ya mungkin bapak itu silap," kata Ratu Entok dalam video itu.

Ratu Entok kemudian mengatakan peristiwa itu merupakan peringatan besar kepada perawat yang ada di Indonesia. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi karena banyak perawat yang sombong saat merawat, khususnya pasien yang menggunakan kartu BPJS.

"Ini pukulan besar untuk semua perawat perawat karena selama ini kalian banyak yang sombong, banyak yang lantam, apalagi kalau merawat dari orang-orang miskin, dari BPJS, dari pakai surat miskin, dari pakai surat KIS," ucapnya.

Tidak hanya menyebut sombong, Ratu Entok juga menyebut ada perubahan dari wajah perawat jika merawat pasien yang menggunakan BPJS. Dia menyebut perawat sibuk main ponsel saat merawat pasien BPJS.

"Muka perawat kayak tong sampah, malam hari tidur ngorok, chat-an sama jantannya, teleponan sama jantannya, kita merawat sendiri anak kita, keluarga kita dalam ruangan," tutur Ratu Entok dalam video. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru