Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 November 2026

Polda Sumut Terus Dalami Skimming Nasabah Bank Sumut

Redaksi - Senin, 15 Agustus 2022 16:22 WIB
517 view
Polda Sumut Terus Dalami Skimming Nasabah Bank Sumut
(Foto: Dok/Polda Sumut)
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi
Perkembangan terbaru penyelidikan hilangnya uang nasabah Bank Sumut akibat skimming (pencurian uang lewat ATM dengan membobol nomor rekening), Polda Sumut menyatakan uang yang hilang mencapai Rp5,5 miliar dari 239 nasabah.

"Bukan Rp2,7 miliar tetapi Rp5,5 miliar dari 239 nasabah Bank Sumut,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Senin (15/8/2022).

Hadi menjelaskan terungkapnya hilangnya uang nasabah mencapai Rp5,5 miliar tersebut, atas laporan Bank Sumut ke Polda Sumut, Senin (4/7/2022).

"Laporan awal yang dibuat Bank Sumut menyatakan kerugian mereka Rp4,7 M. Seiring dengan penyelidikan hasil keterangan Bank Sumut, total kerugian akibat skimming mencapai Rp5,5 miliar,” kata Hadi.

Hadi mengatakan, Bank Sumut sudah mengembalikan uang Rp5,5 miliar yang hilang itu kepada 239 nasabah.

“Bertambahnya jumlah kerugian itu karena proses penyelidikan ada nasabah yang komplain terhadap transaksi eksternal yang tidak dikenal,” kata Hadi.

Polda Sumut melaui penyidik Direktorat Reskrimsus, kata dia, terus bekerja untuk mengungkap kasus hilangnya uang milik nasabah Bank Sumut tersebut.

“Kita telah mengirimkan surat permohonan permintaan rekaman CCTV kepada Bank Sumut. Tetapi belum dibalas karena kemungkinan prosesnya harus melalui izin bank pusat,” ujar Hadi.

Ia mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi baik dari Bank Sumut maupun nasabah korban skimming.

Hadi menyebut pihaknya juga berkoordinasi dengan bank lain dengan mengirim surat ke BCA dan BNI, karena hasil analisa rekening dari Bank Sumut ada transaksi eksternal yang ilegal dari ATM BCA dan BNI di Pulau Bali.

"Sampai saat ini para saksi masih kooperatif memberikan keterangan.
Meski begitu, ada kendala di BCA dan BNI untuk meminta hasil rekaman CCTV di ATM Pulau Bali, karena diduga digunakan pelaku untuk melakukan transaksi dari rekening nasabah Bank Sumut," ucapnya.

Hadi juga mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak indodax.

“Polda Sumut sedang berkoordinasi dan akan memanggil pihak Indodax untuk dimintai keterangan. Kemudian akan dilakukan gelar perkara,” kata Hadi. (*)





Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru