Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Datangi KPK, Mahfud MD Bicara Ancaman Kehancuran Indonesia Akibat Korupsi

*Ahok: Koruptor Dimiskinkan Biar Keluarganya Menderita
- Sabtu, 05 September 2015 12:20 WIB
437 view
 Datangi KPK, Mahfud MD Bicara Ancaman Kehancuran Indonesia Akibat Korupsi
Jakarta (SIB)- Indonesia rupanya tak hanya darurat narkoba, tapi juga korupsi. Menurut mantan Ketua MK Mahfud MD, korupsi bukan tak mungkin bisa saja menghancurkan Indonesia jika tak segera ditindak.

"Kalau saya melihat gurita menggurita per kasus itu mengerikan. Baru beberapa orang. Belum di Kejaksaan Agung, di Kepolisian, kan banyak. Ini yang harus disadari oleh kita semua. Jangan sampai bangsa ini nanti tiba-tiba hancur begitu saja karena korupsi," kata Mahfud MD, di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (4/9).

Mahfud mendatangi KPK atas undangan lembaga anti korupsi itu untuk menjelaskan suratnya yang dikirim beberapa waktu lalu. Surat tersebut berisi pertanyaan Mahfud atas beberapa kasus yang tengah ditangani KPK.

"Saya menanyakan beberapa kasus yang oleh masyarakat dipertanyakan," ujar Mahfud.

Mahfud belum mau menjelaskan kasus apa saja yang dimaksud. Hanya saja ia memastikan kasus-kasus tersebut tetap diproses KPK.

"Banyaklah, kan banyak di masyarakat yang jadi persoalan. Lalu diberi gambaran oleh KPK dalam diskusi yang berlangsung hampir 2 jam. Itu semua kasus terproses dan terdokumen dengan baik," jelas Mahfud.

"Masalahnya, korupsi di negara kita ini sudah menggurita. Masyarakat harus sabar juga. Tarolah ada ratusan kasus, dan itu kait terkait satu dengan yang lainnya kan harus dipilih prioritas. Kalau sekaligus kan tidak mungkin. KPK bisa mempertanggungjawabkan saya kira secara yuridis terhadap apa yang telah dilakukan," bebernya.

Ahok: Koruptor Harus Dimiskinkan

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mewanti-wanti bawahannya agar tidak melakukan penyimpangan pada penggunaan dana APBD. Ahok menyatakan sudah bekerjasama dengan KPK dan Kejaksaan untuk gerak cepat bila ditemukan dugaan korupsi di Pemprov.

"Saya sudah kerja sama dengan Kejaksaan dan KPK agar koruptor dimiskinkan bukan dihukum mati," kata Gubernur DKI Basuki T Purnama dalam sambutannya saat pelantikan 327 pejabat eselon Pemprov DKI di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus.

Bagi Ahok seorang koruptor tak pantas bila hanya dihukum mati. Sebab dengan hukuman mati, maka keluarganya akan tetap bisa menikmati harta hasil korupsi.
Namun, berbeda halnya jika pejabat tersebut dimiskinkan. Dari balik jeruji, ia akan melihat keluarganya jatuh miskin akibat keserakahannya.

"Jangan dikasih remisi dan biarkan dia melihat keluarganya menderita, biar merasakan kesengsaraan rakyat kita," ucap Ahok dengan suara lantang
Inilah yang diingatkan Ahok kepada para pejabat DKI agar tak menyelewengkan APBD. Menurutnya sudah sangat banyak pejabat DKI yang sebenarnya kaya namun berpura-pura hidup pas-pasan.

"Saya bisa dengan mudah melacak kehidupan anda. Saya percaya masih banyak PNS yang baik di Jakarta," ucapnya. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru