Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026
Setiap Hari Polresta Medan Tangkap 2-3 Perampok

Andi Lumban Gaol SH : Idealnya Polsekta Ada di Setiap Kecamatan

* Penegak Hukum Harus Lebih Serius dan Tak Boleh Lemah
- Selasa, 15 September 2015 14:27 WIB
562 view
Andi Lumban Gaol SH : Idealnya Polsekta Ada di Setiap Kecamatan
Medan (SIB)- Setiap hari Polresta berhasil meringkus/menangkap dua sampai tiga kasus penjambretan dan perampokan, itu tindakan yang patut diapresiasikan. Namun alangkah lebih baik untuk mengurangi jumlah penjahat jalanan di kota Medan, salah satu antisipasinya adalah menambahkan Polsekta di setiap kecamatan. Hal ini dikatakan, Andi Lumban Gaol SH selaku anggota Komisi A DPRD Medan yang juga seorang pengacara kepada SIB di Medan, Selasa (8/9) lalu.

“Untuk membersihkan kota Medan apalagi sebagai kota metropolitan dari aksi kejahatan, memang hal yang mustahil. Namun untuk mengurangi jumlah pelaku kejahatan itu hal yang pasti bisa dilakukan,” ujarnya.

Andi mengatakan masyarakat memiliki hak untuk merasa aman dan nyaman tinggal di daerah tempat tinggalnya. Aparat penegak hukum harus lebih serius lagi menangani kasus-kasus tindakan kriminal khususnya penjahat jalanan. “Jika ada dua sampai tiga kasus perampokan yang terungkap setiap harinya maka kota Medan sudah termasuk kota yang rawan kejahatan. Pasalnya, yang terungkap saja sudah segitu bagaimana dengan kasus-kasus perampokan yang belum terungkap atau tertangkap?. Bisa jadi lebih banyak dari kasus yang terungkap,” ujarnya.

Ditambahkannya, sudah seharusnya pihak aparat keamanan lebih serius untuk melakukan langkah-langkah dalam mengurangi jumlah pelaku kejahatan. Mungkin kepolisian bisa bekerjasama dengan TNI serta Muspika-muspika lainnya untuk ikut serta melakukan pengamanan dan pengawasan.

Dikatakan, Andi, selaku wakil rakyat dalam dua kali reses, ia juga sudah mengusulkan  inisiatifnya dengan masyarakat untuk meminta kepada pihak kepolisian agar Polsekta ditambah di kota Medan ini dan mendesak Pemko agar bisa membantu, minimal menyediakan lahan untuk kantor Polsekta. “Sangat memprihatinkan, contohnya saja didapil dua ada enam kecamatan namun hanya ada dua Polsekta, sehingga masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari Polsekta enggan dan malas untuk mengadu bila ada dugaan terkait tindak kriminal,” ujarnya.

Jika Polsek ada di setiap kecamatan jauh lebih membantu masyarakat dalam mengadukan dugaan tindak kejahatan, karena hanya dengan melihat kantor polisi saja dapat mengurangi nyali penjahat dalam melakukan aksinya, dengan demikian penjahatpun akan berkurang.

Dikatakannya, banyak faktor yang menyebabkan maraknya tindakan kriminal antara lain karena lemahnya pengamanan aparat penegakan hukum, sehingga pelaku melihat banyak peluang bisa terhindar dari penegak hukum, banyaknya pengangguran karena jumlah lowongan kerja tidak sebanding dengan anak-anak yang sudah lulus sekolah dan kuliah serta tekanan ekonomi.

Melakukan pengamanan dan pengawasan bukan hanya tanggungjawab kepolisian saja namun ini adalah tanggungjawab bersama. “Diharapkan kepada semua, baik aparat penegak hukum, muspika-muspika, serta masyarakat agar ikut berperan aktif dalam melakukan pengawasan dan pengamanan. (Dik-ECS/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru