Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Diabetes Memang Tak Bisa Disembuhkan, Tapi Bisa Dikendalikan

* Pengaturan Pola Makan Sangat Penting
- Minggu, 24 April 2016 20:20 WIB
643 view
Jakarta (SIB)- Diabetes melitus atau kencing manis merupakan penyakit metabolik yang tak bisa disembuhkan. Namun jangan takut, penyakit ini bisa jadi tak berbahaya jika dikendalikan dengan baik.

Prof Dr dr Sidartawan Soegondo, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan diabetes terjadi akibat adanya resistensi insulin di dalam tubuh. Akibatnya, gula darah tak bisa dikonversi menjadi energi.

"Tapi dengan kontrol gula darah yang baik, penyakit ini bisa dikendalikan. Pengidap diabetes bisa tetap produktif dan tak berbeda dengan orang lain," tutur Prof Sidartawan, baru-baru ini.

dr Indah Suci Widyahening, MS, MSc, CMFM, dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, FKUI, menjelaskan ada lima pilar penatalaksanaan diabetes melitus. Pertama adalah pemberian edukasi kepada masyarakat.

Pemberian edukasi penting untuk menjelaskan tentang apa itu diabetes, risiko komplikasinya, serta faktor risiko apa saja yang dapat membuat seseorang terserang diabetes. Jika edukasi dilakukan dengan baik, masyarakat bisa mencegah terserang diabetes sekaligus membuat pasien diabetes terhindar dari risiko kematian.

Pilar kedua adalah pengaturan pola makan. Pengaturan pola makan penting karena kadar gula darah di dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh makanan yang dimakan.

Ketiga adalah olahraga dan aktivitas fisik. Seperti diketahui, resistensi insulin membuat pasien diabetes tidak bisa mengonversi gula darah menjadi energi. Untuk itu, olahraga dan aktivitas fisik diperlukan agar gula darah dapat terjaga dan membuat tubuh tetap dalam keadaan prima.

Selanjutnya adalah penggunaan obat. Karena menyerang sistem metabolisme tubuh, pasien diabetes membutuhkan bantuan obat untuk membuat fungsi metabolisme menjadi normal.

Terakhir dan tak kalah penting adalah pemantauan. Kontrol gula darah mandiri maupun ke dokter penting agar pasien mengetahui kondisi tubuhnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko komplikasi penyakit.

"Kelima pilar ini harus dilakukan beriringan. Tidak bisa dengan olahraga saja atau atur makan saja. Lima-limanya dilakukan agar pasien dapat hidup nyaman dan enak," ungkapnya.

Rumus Pengaturan Pola Makan
Pengaturan pola makan merupakan salah satu aspek penting dalam mengontrol gula darah pasien diabetes. Dokter mengatakan rumusnya sangat sederhana. Apa itu?

dr Delia Krisnawaty, Kepala Pelayanan Diabetes dari Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (KDK-FKUI), Kayu Putih, Jakarta Timur, mengatakan sebenarnya tidak ada perbedaan antara pola makan pasien diabetes dengan orang lain. Pola makan yang dianjurkan bermanfaat bagi pasien diabetes dan juga masyarakat yang ingin hidup lebih sehat.

"Untuk pengaturan pola makan pasien diabetes itu rumusnya 3J. Yakni jenis makanan, jumlah makanan dan jadwal makan," tutur dr Delia, baru-baru ini.
dr Delia menjelaskan dalam pengaturan pola makan, faktor pertama yang harus diperhatikan adalah jenis makanan. Pasien diabetes sebaiknya menghindari makanan dengan jenis karbohidrat sederhana dan mengganti dengan karbohidrat kompleks.

Makanan dengan karbohidrat sederhana seperti cokelat, mi instan dan gula pasir bisa menyebabkan gula darah naik dalam sekejap. Gandum, sereal atau beras merah merupakan contoh makanan dengan karbohidrat kompleks yang dianjurkan bagi pasien diabetes. Sebabnya, makanan-makanan tersebut tak hanya mengandung karbohidrat namun juga serat dan protein nabati.

Faktor selanjutnya adalah jumlah makanan. Upayakan untuk membatasi makanan yang dimakan dan menu makanan tidak hanya terdiri dari karbohidrat, namun juga serat, protein, mineral dan vitamin lainnya.

"Jadi sebenarnya pasien diabetes boleh makan apa saja asal jangan banyak-banyak. Dalam satu piring itu selain nasi juga ada sayur, daging atau ikan dan jangan lupa konsumsi buah," paparnya.

dr Dewi Friska, menganjurkan pasien diabetes untuk makan 6 kali sehari, yakni 3 kali makan besar dan 2 kali makan snack.

"Makan besar dengan porsi dan jenis makanan yang sudah dianjurkan, 3 kali sehari. Diselingi snack sebelum makan siang dan sebelum makan malam. Snacknya tentu saja bukan kue atau jajanan manis tapi buah yang mengandung banyak serat," urainya. (detikhealth/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru